Kunjungan Wisatawan ke Tanah Lot Melonjak Drastis, Pedagang Sumringah

oleh -508 Dilihat
Objek wisata Tanah Lot tampak ramai dikunjungi wisatawan . Foto/Dok

TABANAN, POS BALI – Kunjungan wisatawan ke DTW Tanah Lot melonjak drastis. Kondisi itu berlangsung sejak memasuki libur Lebaran. Tepatnya sejak Jumat 29 April 2022. Para pedagang yang menggantungkan hidup dari kunjungan wisatawan ini pun tampak tersenyum sumringah.

Kendati tak seramai seperti sebelum pandemi. Mereka tetap mengucap syukur, karena objek wisata yang menawarkan panorama pura di atas batu karang dan terletak di tengah laut ini kembali bergeliat.

“Astungkara wenten kidik-kidik sane metumbasan (Syukur ada sedikit-sedikit yang berbelanja, red)” ujar pedagang Warung Arsa di lokasi parkir, Selasa (3/5). Hal senada juga dikatakan pedagang art shop. Wisatawan asing juga telah datang ke Tanah Lot. “Polih akidik (Dapat sedikit yang belanja, red),” ujar seorang pedagang oleh-oleh.

Dari pantauan di lokasi pada Selasa sore, suasana memang tampak ramai. Kunjungan didominasi wisatawan domestik yang mayoritas berasal dari Pulau Jawa, khususnya Jakarta. Sementara itu, wisatawan asing tampak berbaur dengan domestik.

Para wisatawan mengaku sangat rindu mengunjungi pura ini. Selain indah, mereka mangaku bahwa pura ini sangat unik. Lain daripada yang lain. Khususnya dari segi keamanan dan juga kenyamanan.

Seorang pelancong dari Semarang, Hermawan menuturkan, tujuan liburan ke Bali memang ingin mengunjungi Tanah Lot. “Saya bersama keluarga besar ingin ke Tanah Lot untuk mengetahui seperti apa objek wisata ini setelah pandemi,” tuturnya.

Dia meyakini, pariwisata Bali sudah pulih. Dan Tanah Lot kata dia tetap mempesona untuk dikunjungi. “Saya ke Bali pakai pesawat dan traveling sewa mobil. Saya di Bali selama enam hari, dari hari Senin sampai dengan hari Sabtu. Sebelum ke Tanah Lot saya juga sudah ke Ubud, Sanur, Seminyak, dan besok rencananya ke Kintamani, kemudian kita coba ke Karangasem,” ujarnya.

Sementara itu, Asisten Manager DTW Tanah Lot, I Putu Tony Wirawan menyampaikan, kunjungan wisatawan terlihat sejak Jumat (29/4). Yakni sebanyak 2.500 orang. Kemudian hari Sabtu 5 April naik menjadi 3.000 orang, 1 Mei naik 5.600, 2 Mei 7.700, dan hari ini mencapai 9.367 orang. “Kunjungan didominasi domestik yang menghabiskan libur panjang ini,” ujarnya.

Kendati tak seramai seperti sebelum pandemi, Tony Wirawan juga mengucap syukur. Karena telah terlihat beberapa wisatawan asing yang datang. Tertinggi kata dia didominasi turis asal Australia, Malaysia, Singapura, dan juga India.

Menurutnya, wisatawan asing cenderung stabil. Yakni berkisar 200 sampai dengan 300 orang per hari. “Wisatawan asing asal Tiongkok dan Taiwan yang biasanya naik bus 4 – 5 rombongan belum ada yang datang. Kami tidak tahu apakah di sana masih lockdown atau apa,” bebernya.

Pihaknya berharap, momen G20 juga berdampak pada peningkatan kunjungan wisatawan asing ke objek wisata ini. “Saya harap kebijakan Visa on Arrival (VoA) untuk 63 negara tidak berubah atau jika memungkin dinaikkan. Begitu juga dengan bebas karantina dan bebas PCR bagi yang sudah divaksin booster juga tidak berubah,” harapnya. alt

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *