Wellness Product, Arak Bali Naik Kelas

oleh -1345 Dilihat
Ida Ayu Puspa Eny tampak sumrigah memperlihatkan produknya Iwak Arumery, Liquer Arrange.

MANGUPURA, POS BALI – Minuman beralkohol khas Pulau Dewata, yakni arak Bali kini naik kelas. Sejajar dengan minuman beralkohol merk luar.

Hal itu tidak terlepas dari upaya Gubernur Bali Wayan Koster menaikkan derajat arak Bali melalui Pergub Bali No.1 Tahun 2020 tentang Tata Kelola Minuman Fermentasi dan/atau Destilasi Khas Bali.

Owner Iwak Arumery, Liquer Arrange, Ida Ayu Puspa Eny tampak sumrigah saat ditemui di Pasar Nusa Dua, di Bali Colletion, Kawasan ITDC Nusa Dua, Sabtu (7/5) sore. Karena, Bar Arabika di Pasar Nusa Dua yang menyajikan arak Bali ramai dikunjungi.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur Koster karena telah membuka pintu bagi petani arak di Bali. Memberikan rasa nyaman, walaupun prosesnya masih panjang sekali,” ujarnya.

Produk yang dia ciptakan ini merupakan arak Bali yang dikumpulkan dari petani arak yang ada di kawasan Jembrana, Singaraja, dan Karangasem.

“Kita kumpulkan arak Bali melalui koperasi, kemudian kita beli untuk diracik dan dikemas ulang di pabrik UD Patajaya dan juga Nikisake di Karangasem,” tuturnya.

Dikatakan, produknya ini merupakan campuran dari arak kelapa, aren, dan lontar. “Ini dicampur untuk mendapatkan rasa yang spesial. Kemudian ditambah rempah dan buah-buahan,” bebernya.

Lanjutnya, seusai pencampuran bahan-bahan tambahan itu, arak kemudian dipermentasi selama enam bulan. “Setelah itu kita destilasi ulang untuk mendapatkan rasa spesial,” katanya.

Dayu Puspa juga mengungkapkan bahwa rempah dan buah yang digunakan merupakan produk lokal. “Ada sedikit madu,” tandasnya.

Dalam kesempatan itu, Dayu Puspa merasa sangat terbantu dengan adanya Pasar Nusa Dua ini. Karena yang datang bukan hanya dari pengujung lokal maupun wisatawan asing, akan tetapi juga pemilik dari bar dan hotel. “Mereka menanyakan produk UMKM kami,” katanya.

Terkait arak sebagai wellness produk, Dayu Puspa juga mengungkapkan bahwa arak Bali ini sudah menjadi tradisi di Bali sebagai bahan pengobatan.

“Kalau dulu di zaman kakek saya, arak dicampur kopi diminum pada pagi hari untuk menambah stamina saat bekerja di ladang bercocok tanam,” tuturnya.

Selain itu, lanjut dia, arak juga dipakai campuran parem penghangat tubuh. Begitu juga jika ada yang batuk, asma pasti ada campuran arak.

“Arak Bali ini terbuat dari bahan alami. Hanya saja jangan sampai berlebihan mengkonsumsinya,” pungkasnya. alt

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *