Ksatria Padma Nusantara Anugerah untuk Sang Laksamana

oleh -270 Dilihat
Wagub Cok Ace tampak menyaksikan Laksamana TNI, Yudo Margono menari dengan seorang seniman Bali di Geladak Heli KRI Surabaya -591.

DENPASAR, POS BALI – Suasana kearifan lokal Bali terasa kental di KRI Surabaya -591, Kamis (12/5) pagi sekitar 08.30 WITA. Suara gamelan sayup-sayup terdengar di Geladak Heli KRI ini ketika berlayar dengan kecepatan 10 knot di Perairan Bali.

Pragmentari Tunjung Tutur pun dipentaskan di KRI ini. Rupanya pagi tadi adalah acara penganugerahan Ksatria Padma Nusantara kepada Laksamana TNI, Yudo Margono dari Puri Ageng Blahbatuh Ubud, Gianyar.

Yudo Margono menyampaikan terima kasih atas penganugerahan ini. Menurutnya, penganugerahan ini merupakan suatu kehormatan bagi dirinya selaku Kepala Staf Angkatan Laut yang juga merupakan bagian dari keluarga besar masyarakat di Bali.

Lanjutnya, penganugerahan ini akan menjadi tanggung jawab besar bagi dirinya dalam memimpin TNI AL. “Semoga hal ini dapat penyemangat bagi saya untuk menjunjung tinggi dan mengedepankan bahwa kehormatan negara adalah segala-galanya, dan menjaga kedaulatan dan keutuhan NKRI dari berbagai ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan yang mengganggu persatuan dan kesatuan bangsa,” tegas Yudo Margono.

Sementara itu, Penglingsir Puri Ageng Blahbatuh, Anak Agung Ngurah Kakarsana menyampaikan Gelar Ksatria Padma Nusantara itu diberikan setelah melalui pembicaraan rapat Keluarga Kerajaan dan Pendeta Puri Agung Blahbatuh.

Hasilnya sepakat memutuskan memberikan gelar Ksatria Padma Nusantara kepada Kasal Laksamana TNI Yudo Margono. “Gelar Ksatria Padma Nusantara ini dianugerahkan melalui penyematan Pin Emas Kehormatan di ulu hati sebagai simbol seorang pemimpin harus memimpin dari lubuk hati,” ujarnya

Pin Kehormatan Ksatria Padma Nusantara itu diwujudkan dari bunga Padma yang merupakan simbol keutuhan pemimpin. Bunga Padma dianggap bunga tersuci yang hidup di tiga alam, akarnya tumbuh dari dasar bumi pertiwi, bahkan dari lumpur terserat filsafat bahwa seorang pemimpin wajib membumi.

Batangnya berada di air menandakan seorang pemimpin wajib menyejukkan, mendamaikan dan menentramkan karena air merupakan simbol kehidupan. Bunga padma yang suci selalu ada diatas air tanpa noda, tidak pernah tenggelam oleh air.

Dengan pemberian gelar kehormatan tersebut, keluarga besar Puri Ageng Blahbatuh dan seluruh masyarakat Bali berharap dan mendoakan agar Kasal dapat menjalankan tugas dengan baik dengan berpegangan pada lima pilar.

Yakni membangun kembali budaya maritim Indonesia, mengajar dan mengelola sumber daya laut, pengembangan infrastruktur dan konektivitas maritim, diplomasi maritim dan membangun kekuatan pertahanan maritim. alt

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *