Ubud Sanggam Festival Hadirkan Anjasmara Parsetya

oleh -507 Dilihat
Ubud Sanggam Festival Hadirkan Anjasmara Parsetya

GIANYAR, POS BALI – Ubud Sanggam Festival bakal kembali digelar, dan direncanakan berlangsung dua hari dari tanggal 21 hingga 22 Mei 2022, di Ubud Raya Resort, Gianyar. Kegiatan kali keduanya ini akan menghadirkan bintang tamu Anjasmara Prasetya yang sharing mengenai “Suryanamaskar Yadnya”, dan “Dharma Talk” yang diisi oleh Ida Rsi Putra Manuaba.

Ubud Sanggam Festival merupakan salah satu bentuk dari visi Ubud Raya Resort, yakni memberikan wadah dan mempersatukan serta membuat reuni untuk para Yogi dan Yoginis (guru yoga-red) yang ada di Bali maupun luar Bali.

Ketua Panitia Ubud Sanggam Festival, Kartika Dewi mengatakan, kegiatan ini nantinya sekaligus memperkenalkan yoga di Bali yang memiliki ciri khas yakni dipadukan dengan kearifan lokal, sehingga menjadikan yoga di Bali sedikit berbeda.

“Kita juga menyebut Ubud Sanggam Festival yang kedua ini adalah pesta rakyat para yogis. Jadi tempat bertemunya para yogi dan yogini, yang belum kenal dan guru-gurunya sendiri. Bahkan kita akan memakai banyak guru Indonesia, sehingga mereka ke depan siap go international,” tutur Kartika saat ditemui disela-sela kesibukannya mempersiapkan Ubud Sanggam Festival di Ubud Raya Resort, Gianyar, Selasa (17/5).

Dikatakan, Ubud Raya Resort sendiri memiliki banyak program karena misinya adalah mempersatukan para yogi dan yogini.

“Kita tidak membedakan dari komunitas mana, dari aliran mana, dari style yoga apa, tetapi kita di sini bersatu datang, sharing energi positif kita, berkenalan dengan orang baru ,mencoba style-style baru yang ada di dalam yoga itu sendiri,” imbuhnya.

Dia menambahkan Ubud Sanggam Festival kedua kali ini juga lebih istimewa dari pelaksanaan tahun lalu karena bertambahnya guru yoga dengan style baru.

“Seperti inside flow kita masukkan, yoga beat juga kita aja ikut, dan guru itu sendiri untuk pelaksanaan tahun ini lebih mengerucut, yakni dari segi meditasi sudah ada temanya, seperti yoga tertawa, kan sudah ada yang berkolaborasi, jadi lebih jelas arah tujuannya ke mana,” jelas Kartika Dewi .

Lanjut dia, Ubud Sanggam Festival mampu menampung sebanyak 200 orang dengan beberapa spot, yakni 2 sala serta satu tempat untuk meditasi.

“Terus untuk tarot dan hypnotherapy itu juga kita sediakan tempatnya tersendiri, jadi sudah ada spot-spot yang bisa dipilih dari 200 orang tersebut, jadi kapasitasnya menurut kami cukup,” ujarnya.

Ada yang menarik, Ubud Sanggam Festival akan menghadirkan bintang tamu Anjasmara Prasetya yang akan tampil pada hari kedua yakni minggu tanggal 22 Mei 2022.

Anjasmara akan mengisi Suryanamaskar Yadnya dan akan sharing dengan Yogi dan Yogini pada Ubud Sanggam Festival.

“Yoga mau tidak mau berkembang terus menjadi persembahan bagi Kesehatan yang holistik dan sangat murah karena bisa dilakukan dimana saja hanya bermodal Matras saja. Keinginan yang menjadi disiplin kita sehat lahir dan bathin, sehingga yoga menjadi gaya hidup masa depan,” pungkasnya.

Ida Rsi Putra Manuaba

Ditemui dikesempatan yang sama, Ida Rsi Putra Manuaba, sebagai Inisiator Ubud Sanggam Festival menjelaskan, sejak 2 tahun ini menjadikan Ubud Sanggam Festival sebagai ajang Reuni Yogi danYogini Indonesia sehingga kedepannya mampu menjadi tuan rumah bagi Yogi dari seluruh dunia dan siap menjadikan Bali sebagai tuan rumah Wellness Tourism dunia.

“Kita punya kelebihan alam dan kultur yang kuat menyatu dalam keseharian yang harmoni pada masyarakat Bali,” kata Ida rsi.

Bersama Eka Savitri dan Guru Made Bagus Tirta sebagai Inisiator, pihaknya fokus membentuk Tattva Ubud, sehingga setiap hari di 3 properti Ubud Raya yang berada di Br Sindu Sayan Ubud ini akan menjadi pilihan para Guru melakukan Retreat dan TTC Teacher Training Course.

“Kami sudah siapkan lengkap dengan fasilitas healthy food, juga guru profesional pendamping,” Imbuhnya.

Ida Rsi Putra Manuaba yang sempat dianugerahi Padma Shri Award oleh Presiden India ini berharap para Yogi dan Yogini Bali ke depan punya kekuatan dan kemampuan untuk mengajar keluar negeri karena banyak anak muda Bali memiliki kemampuan mengajar.

“Menyambut G20 tahun ini kebetulan di Bali kesempatan bagi kita menunjukkan kekuatan SDM yang berkualitas yang bisa bersama mereka kembangkan, sebagai contoh anak Shantisena Ashram Gandhi Puri sudah ada di Turkey,Eropa dan Amerika,” pungkasnya Ida Rsi Putra Manuaba mengakhiri. brt

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *