Pandemi Jadi Endemi Surat Koster ke Menteri, Prof Dewa Widjana Apresiasi Langkah Cepat Gubernur Bali

oleh -472 Dilihat
Gubernur Bali, Wayan Koster

DENPASAR, POS BALI – Arahan Presiden Jokowi yang memperbolehkan melepas masker di tempat terbuka menjadi sinyal kuat bahwa pandemi ini telah berakhir dan beralih menjadi endemi.

Di Bali sendiri, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 cenderung mengalami tren penurunan. Begitu juga dengan pasien sembuh meningkat drastis, sedangkan kasus pasien meninggal hampir nihil sejak memasuki bulan Mei 2022 ini.

Bali sebagai daerah tujuan wisata dunia, kesehatan menjadi isu krusial dalam menarik minat wisatawan untuk datang berkunjung ke Bali. Syukurnya, tingkat imunitas masyarakat Bali telah terbentuk dengan bukti 70 masyarakatnya telah mengikuti vaksinasi tahap III alias booster.

Tentu hal ini tidak cukup juga untuk menjamin dan meyakinkan calon wisatawan agar datang dan berlibur di Bali. Namun perlu pelonggaran. Pemerintah pun rupanya mendengar jeritan masyarakat Bali yang perekonomiannya sangat tergantung dengan tingkat kunjungan wisatawan.

Beberapa kebijakan pun telah diberlakukan di Bali dalam upaya membangkitkan pariwisata Bali. Mulai dari Visa on Arrival (VoA), bebas karantina, dan tanpa tes PCR untuk turis yang sudah lengkap mengikuti vaksin.

Belum lama ini, Gubernur Bali Wayan Koster bersurat ke Menteri Kesehatan RI. Gubernur kembali berjuang memohon pergantian status dari pandemi menjadi endemi ke pusat. Surat itu bernomor 773/SatgasCovid19/V/2022, tertanggal Selasa (17/5), perihal permohonan penetapan status endemi untuk Bali. Karena, kasus Covid-19 di Bali telah melandai.

Rektor Unwar, Prof. dr. Dewa Putu Widjana, DAP&E., Sp.ParK.,

Rektor Unwar, Prof. dr. Dewa Putu Widjana, DAP&E., Sp.ParK., mengapresiasi langkah cepat Gubernur Bali dalam mempercepat pemulihan pariwisata dan perekonomian Bali dengan berkirim surat ke Menteri Kesehatan.

Dikatakan, melihat tren penurunan kasus harian terkonfirmasi positif, angka kematian juga menurun, dan tingkat persentase vaksinasi baik tahap pertama hingga booster, menandakan bahwa di Bali sudah menunjukkan sinyal endemi.

“Saya kira wajar sekali bapak gubernur berkirim surat untuk mempercepat status menjadi endemi. Jadi begitu sudah dinyatakan endemi, berarti kita sudah hidup berdampingan dan berdamai dengan virus corona ini,” ungkapnya di Denpasar, Jumat (27/5).

Prof Widjana menjelaskan, kendati endemi kemungkinan terjadinya kasus masih memungkinkan. Akan tetapi jumlahnya sangat kecil. “Ini sama dengan demam berdarah yang sudah menjadi endemi. Dahulu pernah epidemi dia seluruh negara kena. Kalau endemi itu lokal, misalnya di Bali hanya beberapa tempat saja. Selalu ada kasus, tapi dalam jumlahnya yang sangat kecil,” jelasnya.

Prof Widjana menambahkan, tingkat kekebalan komunal di Bali sudah terbentuk seiring dengan capaian vaksinasi tahap III alias booster yang telah mencapai 70 persen. Bahkan, adanya kebijakan pelonggaran, mobilitas masyarakat juga meningkat, dan itu tidak memicu terjadi lonjakan kasus.

“Jadi imunitas masyarakat Bali sudah terbentuk sehingga daya tubuh ini sudah meningkat. Jadi penularan itu saat susah karena telah terbentuk imun tubuh. Untuk itu, kita berharap pemerintah pusat bisa dengan cepat memberlakukan status Bali menjadi endemi coronavirus 2019,” harapnya. alt

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *