Raker KONI Belum Hasilkan Peraturan Porprov 2022, Segala Usulan Peserta Dikembalikan kepada Binpres

oleh -237 Dilihat
Lima Anggota Binpres KONI Bali

DENPASAR, POS BALI – Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) KONI Bali yang diadakan usai pelantikan Pengurus KONI periode 2022-2026 di Wiswa Sabha Kantor Gubernur, Jumat (3/6), belum memfinalkan dan juga belum memutuskan sejumlah ketentuan dan peraturan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov).

Sementara itu, Porprov Bali Gotong Royong akan diadakan tanggal 20-27 November 2022 di 9 kabupaten/kota seluruh Bali. Tetapi Rakerprov KONI hanya menampung usulan, dan semua pertanyaan kemudian dikembalikan kepada Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) bersama Sekum untuk membahas kembali.

Wakil Ketua KONI Bali Budi Adnyana yang memimpin Raker tersebut langsung menyerahkan sidang ke Ketum KONI Bali untuk menutup Raker, setelah sejumlah peserta mengajukan pertanyaan dan usulan. Semua usulan peserta tidak diperdebatkan atau didiskusikan untuk diambil sebuah keputusan.

Namun dikembalikan kepada Binpres KONI guna membahas kembali. Akhirnya tidak ada keputusan Raker sama sekali menyangkut sejumlah masalah, seperti adanya sejumlah cabor ikut Porprov tanpa eksibisi terlebih dahulu. Cabor gulat juga supaya diikutkan dalam perhelatan tersebut karena sudah pernah eksibisi dan adanya keluhan bahwa Technical Hand Book (THB) yang berubah-ubah.

Ketua Umum KONI Badung Made Nariana mengajukan sejumlah usul dalam Raker tersebut antara lain, supaya semua cabor tanpa kecuali diikutsertakan dalam Porprov. Tidak perlu lagi ada istilah eksibisi, apalagi cabor itu sudah ikut PON malah juga ikut Sea Games.

Selain itu, Badung meminta team keabsahaan KONI Bali menuntaskan sah tidaknya seorang atlet bertanding, tiga bulan sebelum Porprov berlangsung. Dalam Porprov tidak ada lagi protes memprotes tidak sahnya seorang atlet, sebab proses mutasi dan mendapatkan kartu KONI sudah diberikan waktu selama setahun.

Technical Delegate (TD) setiap cabang olahraga, juga diusulkan memahami regulasi pertandingan dan manajemen olahraga di lapangan. Jangan segala persoalan di lapangan kelak, dilempar kembali ke Pengurus KONI, sebab hal itu menyangkut soal teknis dalam pertandingan.

KONI Badung juga menyampaikan, karena Porprov dilaksanakan dalam kondisi “khusus”, artinya masih dalam suasana covid, maka jika ada dalam satu nomor pertandingan hanya diikuti 3 peserta, tetap dipertandingkan. “Siapa tahu mereka yang bertiga itu nanti merupakan atlet berprestasi yang patut dipertimbangkan menghadapi pra-PON dan PON Sumatera Utara-Aceh tahun 2024,” ujarnya.

Nariana yang duduk juga sebagai Ketua Dewan Kehormatan di Pengurus KONI Bali berharap, Porprov Bali dapat diikuti sebanyak mungkin atlet yang memenuhi syarat sehingga ajang dua tahunan olahraga Bali itu berjalan lancar, sukses dan meriah.

Sayangnya berbagai saran dan usulan peserta raker tidak langsung diputuskan, sehingga THB dan peraturan Porprov belum final. Masih kembali dibahas Binpres bersama pengurus KONI Bali. “Kami mengharapkan KONI Bali akan menampung berbagai usulan anggotanya tersebut dalam rakerprov,” pungkas Nariana. red

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *