Pertemuan Pengurus Museum Se-Indonesia, PSR: Pulihkan Pariwisata Bali

oleh -250 Dilihat
Ketua Umum AMI, Putu Supadma Rudana (PSR)

DENPASAR, POS BALI – Pascameredanya kasus pandemi Covid-19, berbagai event baik bertaraf nasional maupun internasional sukses digelar di Bali. Salah satunya dilakukan Asosiasi Museum Indonesia (AMI) yang menggelar silaturahmi dan pertemuan museum seluruh Indonesia tahun  2022, bertema ‘AMI Melangkah Maju untuk Penguatan Kebudayaan Bangsa dan Peradaban Dunia’, di Hotel Paradiso, Kuta, Badung, Sabtu (4/6). Acara ini dihadiri kurang lebih 180 orang pengurus museum se-Indonesia.

Ketua Umum AMI, Putu Supadma Rudana (PSR) mengatakan, kegiatan AMI kali ini sejalan dengan semangat bersama. Yakni memulihkan kepariwisataan Indonesia, khusus Bali yang merupakan destinasi utama kepariwisataan nasional. Dikatakan, pertemuan kali ini merupakan momentum yang sangat langka, karena prakarsa dan pelaksanaan kegiatan dilakukan secara swadaya dari keluarga besar AMI.

“Yang membanggakan dalam pertemuan ini, dihadiri secara fisik oleh museum dari seluruh Indonesia, untuk bersama bersinergi bangkit dan melangkah maju menggaungkan kembali kemuliaan dan kejayaan warisan budaya Nusantara. Tema yang diangkat pada kegiatan kali ini, sejalan dengan tujuan yang ingin kita capai bersama, yaitu untuk terus mampu melangkah maju demi penguatan kebudayaan bangsa dan peradaban dunia. Disinilah peran penting dan strategis AMI mengawal, mengkonsolidasikan dan mengkoordinasikan museum-museum di Indonesia,” ujarnya.

Melalui pertemuan ini, pihaknya berharap mampu merumuskan berbagai inovasi pengelolaan, dan layanan museum yang semakin sejalan dengan kebutuhan masyarakat dan tantangan zaman. Disamping itu pula, akan tergaung kesadaran dan semangat cinta museum sehingga setiap insan mengetahui, memahami dan merasakan akan tak-terhingganya nilai kekayaan bangsa Indonesia.

Semangat AMI, lanjut dia, memperjuangkan segala kebutuhan dan mencarikan berbagai solusi, atas tantangan dari permasalahan yang terjadi dalam bidang permuseuman, dalam konstruksi meluhurkan museum dan memuliakan kebudayaan. “AMI juga memiliki semangat “dari”, “oleh” dan “untuk” anggota, demi mencapai kesatuan komitmen komunikasi, koordinasi dan konsolidasi, sehingga dapat lebih maksimal mengimplementasikan segala cita-cita luhur yang ingin dicapai,” tandasnya.

Dia mengungkapkan, AMI yang mengabdi memuliakan kebudayaan melalui museum-museumnya, terus melakukan segala sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pihak baik pemerintah pusat dan daerah, institusi pendidikan dan para akademisi, komunitas seni budaya, segenap masyarakat khususnya generasi muda, untuk bersama memajukan permuseuman Indonesia, merevitalisasi jati diri dan kepribadian bangsa Indonesia.

“Semangat sinergi ini merupakan pondasi utama AMI untuk terus mendorong nilai-nilai persatuan dan kesatuan bangsa. Melalui upaya keterpaduan ini, diharapkan dapat terjalin suatu hubungan yang saling asah-asih-asuh, sehingga memungkinkan terjadinya akselerasi penyebaran gagasan serta implementasi nilai-nilai luhur kultural bangsa dalam kehidupan kemasyarakatan kita,” pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua Panitia Yiyo T Herlambang menyampaikan pertemuan ini berlangsung selama tiga hari dari 4-6 Juni 2022. “Pertemuan ini digagas DPP AMI, setelah terakhir diadakan pertemuan museum nasional pada tahun 2017 yang difasilitasi Kemendikbud. Tujuan dari pertemuan ini untuk membahas kebijakan dan dinamika terkait permuseuman,” ungkapanya.

Sementara itu, Ketua AMI Provinsi Bali, Anak Agung Gde Rai mengatakan, Bali wilayahnya kecil, namun memiliki cukup banyak museum. Kurang lebih 32 museum, dan Gianyar terbanyak museum baik negeri maupun swasta. Bahkan di Ubud, museumnya sangat banyak. “Di sepanjang jalan banyak ada museum. Ini menandakan bahwa museum mampu meningkatkan perekonomian kiat,” ujarnya. alt

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *