Penantian Pandemi Jadi Endemi, Varian Baru Lepas Masker?

oleh -232 Dilihat

DENPASAR, POS BALI – Sebagai daerah tujuan wisata internasional, Bali sangat menantikan perubahan status pandemi menjadi endemi. Permohonan perubahan status ini juga tidak terlepas dari kasus harian positif Covid-19 di Bali terkendali melandai, dan dibarengi dengan capaian vaksinasi tahap III alias booster yang telah mencapai 70 persen, tertinggi di Indonesia. Sayangnya, di tengah penantian itu, kini muncul BA.4 dan BA.5.

“Penentuan pandemi menjadi endemi bukan kewenangan pemerintah provinsi, tapi kewenangan pusat,” kata Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) di Denpasar, Rabu (15/6).

Cok Ace menuturkan, permohonan ke pusat untuk Bali sebagai kawasan endemi yang pertama di Indonesia, tentu perlu ada kajian sebelum status itu diterapkan.

“Yang jelas apa yang kita lakukan sekarang, Bali sesungguhnya sudah pemberlakuan endemi dengan pelonggaran dan juga sudah melepas masker di tempat-tempat terbuka,” ungkapnya.

Cok Ace tak menampik, penetapan status pandemi menjadi endemi akan berpengaruh terhadap citra Bali sebagai destinasi pariwisata. “Kita masih menunggu, mudah-mudahan Bali diberikan status khusus,” harapnya.

Terkait munculnya varian Covid-19 BA.4 dan BA.5 yang diketahui masuk Bali dari delegasi GPDRR, Cok Ace menyampaikan itu terjadi sudah beberapa minggu lalu. Dan dalam perkembangannya di Bali masih terkendali. “Sempat ada kesalahan data, tapi kemarin sudah turun, 19 telah sembuh,” ungkapnya.

Namun, lanjut Cok Ace, yang perlu menjadi perhatian adalah kasus kematian. “Angka kematian nol-nol, satu pun jarang sekali (kasus kematian, red). Ini artinya virus ini sangat lemah menjadi faktor penyebab kematian,” ujarnya. Kendati demikian, Cok Ace mengingatkan agar tetap waspada.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, I Nyoman Gede Anom mengungkapkan, adanya varian baru yang terdeteksi dua minggu lalu, di Bali masih landai. Tidak seperti di Eropa yang melonjak naik.

“Mudah-mudahan dengan adanya booster tinggi, dan juga diperbolehkan lepas masker tidak melonjak kasusnya. Untuk itu, kita tetap anjurkan tetap memakai masker,” imbaunya.

Dengan kedisiplinan protokol kesehatan, dan juga capaian booster tinggi, pihaknya berharap tidak terjadi gelombang peningkatan kasus Covid-19 di Bali.

“Untuk saat ini, belum ada masyarakat Bali yang terpapar Covid-19 varian baru ini. Karena setiap spesimen yang positif kita kirim ke pusat. Kita tunggu hasilnya. Jadi untuk saat ini belum ada orang Bali yang terpapar varian baru. Kuncinya cuma booster, makanya kita masifkan booster di Bali. Kita tidak cukup 70 persen dan tertinggi di Indonesia, kita harapkan 90 persen, paling tidak menyamai vaksinasi tahap II,” harapnya. alt

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *