Lokakarya, Kolaborasi Unwar dan Pemkab Malaka Kembangkan Ekowisata

oleh -220 Dilihat
WR III Wayan Parwata (kanan) dengan Bupati Simon Nahak saat bertukar cinderamata

MALAKA, POS BALI – Pemkab Malaka melalui Dinas Pariwisata Kabupaten Malaka dengan Universitas Warmadewa (Unwar) menggelar Lokakarya Kolaborasi Pengembangan Ekowisata Kabupaten Malaka, Jumat (24/6).

Ketua Panitia Lokakarya, Maria N. Luan menyampaikan, lokakarya ini bertujuan untuk mengembangakan budaya di Malaka yang berlandaskan pada ekowisata, dan merumuskan pondasi pariwisata yang bermanfaat demi kemajuan budaya dalam pengembangan ekowisata berkelanjutan.

WR III Unwar, Dr I Wayan Parwata menyampaikan, kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari MoU antara Universitas Warmadewa dengan Gubernur NTT dan Pemkab. “Di Malaka dalam rangka peningkatan pariwisata di NTT,” katanya.

Kegiatan ini diharapkan membuahkan hasil melalui langkah nyata antara Dinas terkait dengan Tim Lokakarya. Program ini diawali dengan berbagai kegiatan mulai dari webinar, lokakarya, dan eco tour di Malaka. Menurutnya, peran dinas terkait, akademisi, tokoh masyarakat, pemerhati pariwisata, dan masyarakat sangat penting dalam mempercepat pengembangan ekowisata.

“Dilihat dari potensi alam, budaya, dan masyarakat, Malaka sangatlah besar dan dapat kita wujudkan sebagai Kabupaten dengan pariwisata berbasis ekowisata. Untuk mempercepat terwujudnya program ini, masih memerlukan identifikasi masalah terkait potensi dan keunggulan, kemudian masterplan dan grand planning yang tepat sehingga mampu berkelanjutan,” imbuhnya.

Bupati Malaka, Dr Simon Nahak menyampaikan terima kasih kepada Tim Universitas Warmadewa yang telah hadir dan turut memberikan kontribusi dalam pengembangan ekowisata di Malaka. Dikatakan, Malaka sebagai salah satu kabupaten di NTT memiliki banyak tempat yang dapat dimanfaatkan sebagai pengembangan wisata berbasis ekowisata.

“Pengembangan ini telah mulai dirancang oleh dinas terkait dan masih memerlukan kajian-kajian dari para ahli, akademisi, tokoh, dan pemerhati pariwisata, sehingga pengembangan ini menjadi tepat sasaran dan cepat dalam implementasinya,” ujarnya.

Simon Nahak berharap, dinas terkait bersama seluruh tim lokakarya agar fokus ke beberapa daerah yang telah ditunjuk dalam pengembangan ekowisata, sehingga bisa efektif dan efisien. “Berbagai masalah yang nantinya ditemukan agar tidak menjadi penghambat dan tetap selalu berkoordinasi dengan tokoh masyarakat dan warga sekitar,” pungkasnya.

Adapun narasumber dalam lokakarya yang dimoderatori Praktisi & Pemerhati Pariwisata, Herman Seran yakni; Kepala Dinas Pariwisata Malaka, Aloysius Werang, Akademisi Unwar, Prof Aron Meko Mbete, Akademisi Unimor, Dr Maria Magdalena Nahak, Akademisi Undana, Prof Simon Sabon Ola, dan Pius Vianey Mutty. alt

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *