Puncak Harganas di Bali, ‘Ayo Cegah Stunting agar Keluarga Bebas Stunting’

oleh -219 Dilihat
SALAM setop stunting dalam puncak Harganas di Sewaka Dharma Mahotama, Kota Denpasar, Senin (4/7).

DENPASAR, POS BALI – Puncak peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-29 di Provinsi Bali tahun 2022 bertema ‘Ayo Cegah Stunting agar Keluarga Bebas Stunting’ berlangsung sederhana namun penuh makna.

Acara itu digelar di Sewaka Dharma Mahotama, Kota Denpasar, Senin (4/7). Puncak Harganas ditandai dengan pemotongan tumpeng dan ditutup dengan hiburan lawak Bali yang mengocok perut peserta dan tamu undangan Harganas ini

Wali Kota Denpasar, IGN Jayanegara menyampaikan, peringatan Harganas menjadi daya ungkit keberhasilan program, khususnya mempercepat penurunan stunting. Pihaknya mengajak semua pihak untuk berkomitmen meningkatkan kepedulian bersama untuk menurunkan angka stunting.

“Harganas menjadi penyemangat dalam meningkatkan nilai manfaat bagi masyarakat, sesuai tema Ayo Cegah Stunting agar Keluarga Bebas Stunting. Tema ini merupakan ajakan kepada semua pihak agar peduli, membantu dalam mewujudkan masyarakat bebas stunting,” bebernya.

Jayanegara berharap, momentum Harganas mempererat kerjasama dan komitmen menurunkan stunting yang ditargetkan 14 persen di tahun 2024. “Untuk Kota Denpasar sendiri angka stunting 9 persen,” ujarnya.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali, dr Ni Luh Sukardiasih menyampaikan, puncak Harganas di tingkat nasional bakal dilaksanakan di Medan pada 7 Juli 2022, dan akan dihadiri secara virtual oleh Presiden RI Joko Widodo.

“Harganas ini juga mengundang gubernur seluruh Indonesia. Bapak Presiden akan menyapa gubernur secara virtual,” ungkapnya.

Sukardiasih menambahkan, Harganas merupakan momentum refleksi dalam membangun keluarga berkualitas yang terus diperingati setiap tahun. “Di masa pandemi lalu juga tetap dilakukan dengan prokes ketat,” ungkapnya.

Terkait upaya mencegah stunting di Bali, Sukardiasih mengatakan bahwa BKKBN Bali telah melakukan skrining kesehatan kepada calon ibu, tiga bulan sebelum menikah. Karena jika kurang sehat, akan menyebabkan stunting.

Sebelum puncak Harganas ini digelar, BKKBN Bali juga telah melakukan berbagai kegiatan sesuai dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali dalam rangka membentuk keluarga berkualitas.

Diantaranya, olah rani dengan sembahyang bersama dan juga dharmawacana, olah pikir meningkatkan pengetahuan seminar workshop, dan lain sebagainya, lomba video singkat, dapur sehat anti stunting yang mengkreasikan bahan loka bergizi tinggi, serta kegiatan lainnya.

Sementara itu, Gubernur Bali Wayan Koster melalui Kadis Kesehatan Provinsi Bali dr Nyoman Gede Anom menyampaikan, Harganas momentum penting dalam mewujudkan keluarga bebas stunting.

“Kendatipun di Bali jauh dibawah rata-rata nasional, namun tidak boleh lengah. Target Bali 6,15 persen di tahun 2024,” ungkapnya. alt

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *