Rencana Penerapan Energi Bersih di Bali

oleh -203 Dilihat
Gubernur Koster saat membuka The 3rd IndoPacific LNG Summit 2022 di Kecak Ballroom, Soffitel, Nusa Dua, Badung, Selasa (19/7).

The 3rd Konferensi IndoPacific LNG Summit 2022

MANGUPURA, POS BALI – Gubernur Bali, Wayan Koster secara melakukan Opening Ceremony The 3rd IndoPacific LNG Summit 2022, Selasa (19/7), di Kecak Ballroom, Soffitel, Nusa Dua, Badung. Acara itu dihadiri langsung Ketua Indonesian Gas Society (IGS), Aris Mulya Azof, Dirjen Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM RI, President of Tokyo Gas Indonesia, Direktur Energi Primer, PLN (Persero), Senior GM, serta LNG Trading Dept, Kyushu Electric Power.

Dalam acara itu, Koster membeberkan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, keberpihakannya terhadap pelestarian ekosistem sumber daya alam Pulau Dewata yang berpedoman pada nilai – nilai kearifan lokal Sad Kerthi, hingga Peraturan Gubernur Bali Nomor 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai; Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 8 Tahun 2019 tentang Sistem Pertanian Organik; Peraturan Gubernur Bali Nomor 45 Tahun 2019 tentang Bali Energi Bersih; Peraturan Gubernur Bali Nomor 47 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber; dan Peraturan Gubernur Bali Nomor 48 Tahun 2019 tentang Penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai.

“Semua regulasi ini dikeluarkan memiliki perjuangan untuk mengurangi sampah plastik, mengedukasi masyarakat agar bergotong royong secara tertib menerapkan pengelolaan sampah berbasis sumber supaya sampah tidak menimbulkan masalah dikemudian hari dan menjadi beban anggaran negara, menjadikan ekosistem pertanian di Bali sehat, hingga menciptakan udara Bali bersih atau terbebas dari polusi,” bebernya.

Koster menegaskan, hal ity merupakan bukti komitmen Bali untuk mempercepat realisasi target Pemerintah Indonesia di dalam mewujudkan Energi Baru Terbarukan (EBT) sebesar 25% pada Tahun 2025. “Percepatan EBT 25% ini sesuai dengan pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 22 Tahun 2017 tentang Rencana Umum Energi Nasional, dan saya telah mengeluarkan SE Pemanfaatan PLTS Atap untuk mendukung EBT dengan mengajak pasar swalayan, hotel, restoran, perkantoran, perumahan menggunakan PLTS berteknologi rooftop supaya alam ini lebih sehat dan murah,” jelas Koster.

Koster juga mengungkap bahwa pihaknya telah Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali melakukan pembangunan relokasi Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Grati (Jawa Timur) di Pesanggaran, Denpasar dengan menghasilkan listrik 2×100 MW; pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Hybrid Nusa Penida, Klungkung berkapasitas 3,5 MW hasil kerjasama dari PT PLN (Persero) pada 18 Februari 2022; Pembangunan PLTS Jalan Tol Bali Mandara berkapasitas maksimum 400 kWp atau pertama di Indonesia hasil kerjasama dari PT Bukit Asam Tbk dan PT Jasa Marga (Persero) Tbk pada tanggal 5 Maret 2022; mewujudkan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) Ultra Fast Charging 200 Kw pertama di Indonesia yang berlokasi di Central Parking Nusa Dua dan diresmikan langsung oleh Presiden RI, Ir. Joko Widodo pada 25 Maret 2022; dan Mengeluarkan Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 5 Tahun 2022 tentang Pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap di Provinsi Bali.

Kosted menegaskan, Pulau Bali saat ini sedang memetakan potensi EBT, karena pembangkit tenaga listrik di Bali yang menggunakan bahan bakar fosil akan segera diganti menggunakan gas. Hal ini, lanjut dia, sudah mendapatkan respon positif dari Menteri ESDM agar Bali menjadi percontohan di dalam melaksanakan energi bersih, sehingga energi yang bersumber dari Paiton melalui kabel bawah laut nantinya akan gunakan sebagai sub sharing, ketika Bali sudah mampu memenuhi kebutuhan energi dari pembangkit yang ada di Bali.

Dalam kesempatan itu, Koster menyatakan bahagia atas terselenggarany Konferensi IndoPacific LNG Summit 2022 yang sejalan dengan tiga agenda Presidensi G20 yaitu tentang arsitektur kesehatan global, transformasi ekonomi digital, dan transisi energi berkelanjutan.

“Saya harap konferensi ini menghasilkan rekomendasi yang bisa dikembangkan menjadi kebijakan nasional supaya kita berkomitmen menjalankan kebijakan untuk memuliakan alam semesta melalui penerapan energi bersih yang tidak saja berdampak untuk kesehatan Kita semua dan lingkungan, namun energi bersih juga terbukti meningkatkan citra pariwisata, khususnya di Bali,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Indonesian Gas Society (IGS), Aris Mulya Azof menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat Gubernur Bali terhadap Konferensi IndoPacific LNG Summit ini. Ariz Mulya juga menyampaikan IGS sejak Tahun 2004 telah bekerja keras dalam mengembangkan data, menganalisis perkembangan energy khususnya pasar minyak, gas, listrik dan energy terbarukan global atau regional.

“Atas sambutan Bapak Gubernur Bali tentang capaian pembangunan energi bersih, kami sangat mendukungnya untuk mengurangi emisi karbon,” pungkasnya. alt

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *