Festival Pasar Senyum Rakyat, Dongkrak Perekonomian Masyarakat

oleh -296 Dilihat
Suasana Festival Pasar Senyum Rakyat di Lapangan Timur Monumen Perjuangan Rakyat Bali (MPRB) Renon, Denpasar, Sabtu (23/7). 

DENPASAR, POS BALI – Hentakan suara beleganjur di Festival Pasar Senyum Rakyat di Lapangan Timur Monumen Perjuangan Rakyat Bali (MPRB) Renon, Denpasar, menambah semangat para undangan dan juga pengunjung festival yang menyajikan berbagai produk UMKM ini, Sabtu (23/7) pagi.

Baleganjur ini pun melakukan atraksi di depan panggung. Unjuk gigi menghibur para tamu undangan yang hadir.

Tampak hadir dalam festival yang diselenggarakan BRI, Pegadaian, dan Permodalan Nasional Madani (PNM) ini, Wakil Wali Kota Denpasar, Agus Arya Wibawa. Pembukaan festival ini ditandai dengan pemukulan kendang.

Direktur Jaringan, Operasi dan Penjualan PT Pegadaian Eka Febriansyah menyampaikan, festival melibatkan 50 UMKM yang ada di Bali. UMKM ini merupakan binaan Pegadaian, PNM, BRI, dan Diskop Denpasar.

“Kita ingin memberikan pelayanan lebih kepada masyarakat luas, khususnya UMKM yang ada. UMKM naik kelas dengan fasilitas yang diberikan,” ujarnya.

Dia menambahkan, sinergi antara Pegadaian, BRI dan PNM diharapkan mampu melayani masyarakat. Kata dia, Pegadaian saat ini memiliki sangat banyak produk dalam melayani masyarakat. Begitu juga dengan BRI dan PNM.

“Semoga kehadiran tiga intensitas ini memberi manfaat besar bagi masyarakat. Mudah-mudahan bisa mendongkrak perekonomian masyarakat,” harapnya.

Wali Kota Denpasar IGN Jayanegara melalui Wakil Wali Kota Denpasar, Arya Wibawa menyampaikan, dukungan kepada kelompok yang berpenghasilan paling rendah adalah hal utama. “UMKM dan rumah tangga sangat terdampak ekonomi dengan adanya pandemi,” ujarnya.

Menurutnya, sinergi Pegadaian, BRI, dan PNM ini memberikan harapan bagi UMKM. Untuk itu, pihaknya menyampaikan apresiasi dan terima kasih. “Semoga memberi manfaat bagi UMKM,” pungkasnya.

Arya Wibawa juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas acara ini. Karena mendukung program Pemerintah Kota Denpasar dalam meningkatkan perekonomian UMKM.

“Yang paling bisa bertahan di masa pandemi ini adalah UMKM, khususnya kuliner. Untuk itu, UMKM menjadi prioritas perhatian kami di Kota Denpasar,” pungkasnya. alt

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *