Sarpras Lengkap, UPMI Ditunjuk Pusat Tempat Tes PPG 

oleh -230 Dilihat
Rektor didampingi Kaprodi Sumandya meninjau persiapan tes substantif PPG di UPMI. 

DENPASAR, POS BALI – Suasana berbeda tampak di Gedung Pascasarjana Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI), Senin (25/7) pagi. Gedung berlantai III ini tampak dihadiri ratusan peserta Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang datang silih berganti.

 

Mereka terlihat menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat. Yakni memakai masker, menjaga jarak, hingga memakai hand sanitizer. Rupanya UPMI ditunjuk pusat sebagai tempat pelaksanaan tes seleksi PPG, dan di Bali sendiri, pelaksanaan tes ini ditunjuk hanya dua kampus.

 

Rektor UPMI, I Made Suarta menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas ditunjuk UPMI sebagai lokasi tes PPG. “Ini merupakan kepercayaan yang luar biasa. Mengingat kami baru keluar izin operasional PPG ini, tapi kami disejajarkan dengan yang lain yang terlebih dahulu memiliki izin operasional,” ungkapnya di sela-sela memantau persiapan tes PPG ini.

 

Menurutnya, tes ini diikuti 165 peserta yang dibagi menjadi dua shift. “Kami ditunjuk sebagai pelaksana, dan ini merupakan sesuatu kehormatan bagi kami,” jelas Suarta didampingi Kaprodi PPG UPMI, I Wayan Sumandya.

 

Suarta menduga, ditunjuk UPMI karena sarana dan prasarana (sarpras) yang lengkap. Selain itu, juga terletak di tengah-tengah Kota Denpasar, sehingga mudah diakses. “Kami memiliki lab komputer yang lengkap hingga ruangan istimewa smart classroom,” ungkapnya.

 

Suarta membeberkan, PPG ini merupakan pendidikan tinggi setelah program pendidikan sarjana yang mempersiapkan peserta didik dengan persyaratan keahlian khusus dalam menjadi guru.

 

Dikatakan, PPG ada dua jalur. Yakni prajabatan bagi para sarjana S1 baik latar belakang kependidikan maupun non kependidikan yang akan menjalani profesi sebagai guru; dan dalam jabatan bagi para guru yang belum memiliki sertifikat pendidik, agar bisa memperoleh Tunjangan Profesi Guru (TPG).

 

“Prosedur pendaftaran PPG dalam jabatan, dilakukan melalui akun Sistem Informasi Manajemen Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (SIMPKB) guru yang bersangkutan setelah memiliki Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK),” ujarnya.

 

Dijelaskan, untuk mengikuti PPG dilakukan seleksi secara bertahap. Tahap pertama, dilakukan seleksi administrasi oleh Dinas Pendidikan dan LPMP, apabila lulus maka dilanjutkan dengan seleksi tahap kedua Pre-tes PPG dilaksanakan secara online.

 

Lebih lanjut menyampaikan, bagi guru yang telah lulus pre-tes, akan didaftarkan oleh LPMP ke Direktorat PPG Dirjen GTK Kemdikbud. Selanjutnya Direktorat PPG akan menentukan PT Penyelenggara PPG sebagai tempat guru tsb mengikuti PPG.

 

“PPG dilaksanakan oleh Perguruan Tinggi melibatkan para dosen yang berlatar belakang pendidikan sesuai bekerja sama dengan sekolah tempat magang dibantu oleh guru pamong dan guru pendamping praktik lapangan,” imbuhnya.

 

Sumandya menambahkan, Senin kemarin berlangsung tes substantif prajabatan, sedangkan dalam jabatan sedang berlangsung perkuliahan. “Selain tes substantif, juga mengikuti tes penguasaan konten, tes kemampuan dasar literasi dan numerasi. Setelah itu baru mengikuti tes wawancara kompetensi, kepribadian, motivasi, dan kognitif,” tandasnya. alt

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *