Derit Suara Printer Warnai Antrian WP Samsat Denpasar

oleh -237 Dilihat
Petugas saat melakukan gosok mesin kendaraan bermotor milik seorang wajib pajak.

DENPASAR, POS BALI – Suara mesin mendecit terdengar jelas di Kantor UPTD Pelayanan Pajak dan Retribusi Daerah (PPRD) Provinsi Bali di Kota Denpasar, Selasa (2/8) pagi. Rupanya, suara yang tak pernah berhenti itu bersumber dari mesin printer yang mencetak notice pajak kendaraan bermotor.

Suasana kantor yang lebih dikenal dengan nama Kantor Samsat Denpasar ini tampak ramai dipadati masyarakat. Kendati demikian, wajib pajak (wp) antri dengan tertib dan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Seperti halnya di lokasi layanan cek fisik kendaraan bermotor, wajib pajak tertib menunggu giliran untuk melakukan gesek nomor mesin dan juga nomor rangka.

Kepala UPTD PPRD Provinsi Bali Kota Denpasar, Anak Agung Rai Sugiartha membenarkan bahwa mesin print itu tak pernah berhenti bekerja. “Satu saja mati, maka kami harus segera menggantinya. Kalau tidak, kami bisa kelabakan,” tuturnya.

Pria yang akrab disapa Gung Rai ini tak menampik, saat ini Kantor Samsat Denpasar situasinya lebih ramai dipadati wajib pajak dari sebelumnya. Bahkan, per hari mencapai 2.000 hingga 3.000 wajib pajak.

“Kondisi ramai terjadi pasca Tiara Dewata tutup, sehingga wajib pajak yang sebelumnya memanfaatkan gerai Samsat Tiara, melakukan kewajibannya kesini,” ungkapnya.

Gung Rai mengungkapkan, kesadaran wajib pajak untuk menunaikan kewajibannya tidak terlepas dari kebijakan yang telah dikeluarkan Gubernur Bali Wayan Koster untuk membantu meringankan beban masyarakat di tengah pandemi Covid-19 ini.

Menurutnya, Gubernur Bali sangat peduli dengan situasi dan kondisi masyarakat saat ini, sehingga memberikan relaksasi berupa pemutihan denda atas keterlambatan pembayaran kendaraan bermotor. “Kebijakan ini dimulai dari tanggal 4 April dan berakhir pada tanggal 31 Agustus ini,” ujarnya.

Dalam kesempatan ini, Gung Rai mengimbau kepada masyarakat agar segera memanfaatkan kebijakan ini. Mengingat waktunya hanya sampai dengan akhir bulan ini.

“Untuk kebijakan pemutihan ini, waktu yang tersisa kurang lebih 29 hari. Jadi saya harap masyarakat segera menunaikannya kewajibannya dengan mendatangi gerai samsat terdekat,” pungkasnya. alt

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *