Wagub Cok Ace: Layanan 5G IOH Jadikan Bali Destinasi Wisata Super

oleh -230 Dilihat
Peluncuran 5G IOH untuk mendukung G20 dan transformasi digital Indonesia BNDCC, Badung, Bali, Rabu (3/8).

Wagub Cok Ace: Layanan 5G IOH Jadikan Bali Destinasi Wisata Super

MANGUPURA, POS BALI – Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) meluncurkan layanan 5G di Bali Nusa Dua Convention Centre (BNDCC), Badung, Bali, Rabu (3/8). Peluncuran ini merupakan bentuk dukungan IOH terhadap Bali sebagai tuan rumah Presidensi G20.

 

IOH menjadi partner resmi penyelenggaraan KTT G20 di Bali pada November 2022 mendatang, melalui penyediaan layanan jaringan 5G. Tak hanya itu, peluncuran ini juga sebagai bentuk dukungan IOH terhadap transformasi digital, serta kebangkitan ekonomi Bali yang sempat terpuruk akibat pandemi.

 

Apresiasi dan terima kasih pun terlontar dari Wakil Gubernur (Wagub) Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace). Menurutnya, teknologi yang dibangun melalui jaringan 5G dapat dimanfaatkan untuk banyak hal. “Untuk promosi pariwisata sangat bagus, seperti teknologi metaverse yang sudah kita lihat. Tapi akan lebih bagus lagi bisa datang langsung ke Bali,” kata Cok Ace.

 

Wagub mengungkapkan, potensi pariwisata Bali harus terus didukung oleh perkembangan teknologi. Hal ini akan bermanfaat bagi masyarakat lokal serta sebagai daya tarik tambahan bagi wisatawan. “Dengan adanya layanan 5G dari IOH, kami berharap Bali dapat menjadi destinasi wisata super yang membawa nama baik Indonesia di kancah internasional,” ujarnya.

 

Dia menambahkan, saat ini di Bali telah tersedia 1.493 titik yang terkoneksi jaringan WiFi. Menurut Cok Ace, informasi menjadi bahan baku penting untuk mengeksekusi keputusan dengan cepat dan real time. “Bahkan ada yang menyebut siapa yang menguasai informasi akan memenangkan pertarungan,” kata Cok Ace.

 

Menteri Komunikasi dan Informasi diwakili oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kementerian Kominfo, Wayan Toni Supriyanto mengatakan, pemerintah mendorong teknologi 5G untuk diterapkan secara konkrit. Dalam perhelatan KTT G20, Kemenkominfo menjalan tiga peran yakni, mendorong penyediaan layanan dan konektifitas yang handal. “Kemenkominfo juga mengorkestrasi komunikasi publik dan mengkoordinasi isu transformasi digital,” kata Wayan Toni.

 

Dalam peluncuran perdana jaringan 5G IOH di Bali, Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno secara virtual berharap, IOH terus mengembangkan layanan 5G di destinasi pariwisata prioritas di Indonesia.

 

“Saya ingin memberikan apresiasi kepada Indosat Ooredoo Hutchinson sebagai salah satu perusahaan telekomunikasi terdepan yang memberikan layanan 5G, serta turut berperan menyukseskan Pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi, KTT ke-17 G20 di Bali pada bulan November 2022 mendatang. Harapannya, ke depan Indosat Ooredoo Hutchinson dapat terus mengembangkan layanan 5G ini di berbagai destinasi di Indonesia, khususnya destinasi pariwisata super prioritas dan unggulan lainnya,” harapnya.

 

Sementara itu, Direktur Utama Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha mengatakan, secara sederhana jaringan 5G menjadi teknologi teratas yang akan memudahkan membangun informasi. “IOH berkomitmen untuk memainkan peran penting dalam revolusi 5G untuk mendukung agenda transformasi Indonesia,” kata Vikram.

 

“Peluncuran 5G kami tidak akan terjadi tanpa kerja sama dan dukungan dari berbagai pihak termasuk Kementerian Komunikasi dan Informatika serta Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Kami senang dapat mempersembahkan layanan 5G di Bali. Peluncuran ini juga menjadi bentuk dukungan kami kepada Pemerintah Indonesia sebagai tuan rumah Presidensi G20, sekaligus mendukung pemulihan ekonomi Bali,” imbuhnya.

 

CEO Huawei Indonesia, Jacky Chen menambahkan bahwa dengan menggandeng keseluruhan ekosistem digital, sesuai dengan komitmen perusahaan yang dinamakan ‘I DO’, Huawei akan terus mengkontribusikan teknologi termutakhir bertaraf global guna meningkatkan efisiensi jaringan pada layanan 5G di Bali dan mendukung berjalannya KTT G-20. “Pada saat yang bersamaan, Huawei juga berkomitmen mendorong transformasi digital di Indonesia untuk mempercepat pemulihan ekonomi pasca-pandemi,” imbuhnya.

 

Dalam peluncuran layanan 5G, IOH di Bali juga memamerkan use case pemanfaatan teknologi 5G. Pemodelan sistem itu ditampilkan dalam peragaan sejumlah sektor bisnis. Pemodelan yang dipamerkan diantaranya meliputi, Smart Tourism berupa naked-eye 3D, mixed reality entertainment, dan bullet moment.

 

Selain peluncuran layanan 5G, IOH juga bekerja sama dengan beberapa institusi sebagai dukungan atas digitalisasi Bali. Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dilakukan oleh Chief Business Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Bayu Hanantasena dengan Universitas Udayana, serta penandatangan nota kesepahaman (MoU) untuk Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan Institut Bisnis dan Teknologi Indonesia (INSTIKI) dan Politeknik Negeri Bali (PNB). Sementara itu, Indosat Business juga melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman dengan Bank Pembangunan Daerah Bali untuk Transformasi Digital Layanan Finansial. alt

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *