Perhatian Penuh Pemprov Bali Terhadap Sampah

oleh -209 Dilihat
Putri Koster

DENPASAR, POS BALI –  Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali di bawah kepemimpinan Gubernur Wayan Koster memberi perhatian penuh terkait pengelolaan sampah sebagai bagian dari upaya bersama dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Salah satunya dengan terbitnya sejumlah regulasi terkait pengelolaan sampah diantaranya Pergub 47 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber serta Keputusan Gubernur 381/03-P/HK/2021 tentang Pedoman Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber di Desa /Kelurahan dan Desa Adat.

Hal tersebut disampaikan, Manggala Utama Pakis Bali Putri Koster saat membuka Webinar Peran Krama Istri Dalam Pengelolaan Sampah Ring Utama Mandala Pura/Pemerajan (Parahyangan) dari Ruang Podcast, Jayasabha, Denpasar, Rabu (24/8)

“Sistem pengelolaan sampah sangat penting dan mendesak, mengingat hampir 5 ton/hari kita menghasilkan sampah baik itu sampah organik maupun non organik , sehingga sistem dan pola pengelolaan sampah yang tepat sangat diperlukan,” ujarnya.

Dijelaskan, sistem yang berjalan selama ini, sampah hanya berpindah tempat saja. Sampah dari rumah tangga atau sumbernya dikumpulkan lalu dipindahkan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

“Ini akan menjadi bom waktu untuk kita semua dan sudah terbukti gunungan sampah menumpuk di TPA Suwung dan hingga saat ini belum tersolusikan,” ungkapnya.

Untuk itu, lanjut dia, perlu dibangun suatu sistem ataupun pola yang dimulai dari adanya kesadaran bersama untuk mulai mengolah sampah yang dihasilkan langsung dari sumbernya baik itu rumah tangga, pasar ataupun yang lainnya.

“Sangat perlu dibangun sistem pengelolaan sampah di masing-masing desa sesuai dengan inovasi, ide serta kondisi dari masing masing desa dibawah komando kepala desa. Dengan demikian paling jauh sampah itu dikelola sampai di desa dengan sistem dan pola yang disepakati ataupun diatur dalam awig awig desa,” bebernya.

Dia menambahkan, keberadaan Pakis yang tersebar di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota se-Bali dapat mengambil peran nyata dalam membangun kesadaran, mengedukasi serta mensosialisasikan masyarakat terkait pengelolaan sampah yang dilakukan di desa.

Dia berharap, Pakis tidak hanya menjadi contoh tetapi juga mengingatkan dan mendorong masyarakat bahwasannya pengolahan sampah menjadi tanggung jawab bersama, semua harus mengambil peran dalam pengelolaannya sehingga tumbuh kemandirian dari masing-masing untuk mengelola sampah yang dihasilkan.

“Sampah yang dihasilkan di desa, diselesaikan di desa, dengan demikian desaku bersih tanpa mengotori desa lain. Kita tumbuhkan kemandirian kita dalam pengelolaan sampah,” pungkasnya. alt

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *