Terinspirasi Sang Kakak, Andika Raih Perunggu Kejurnas Petanque

oleh -230 Dilihat
(Dari kiri-kanan) Budayasa, Andika, dan Sumardika.

DENPASAR, POS BALI – Kendati tertutup masker, namun raut wajah bahagia remaja berusia 15 tahun I Gusti Bagus Komang Andika ini masih terlihat jelas. Dia tak bisa menyembunyikan kegembiraannya. Usaha keras tak menghianati hasil. Latihan yang dia lakukan selama ini berbuah manis.

Siswa kelas IX H SMP Dwijendra ini sukses meraih medali perunggu dari cabor petanque nomor Triple Men di ajang Kejurnas Petanque Tahun 2022 yang berlangsung di Jakarta, dari tanggal 26-28 Agustus 2022.

Masih terbesit di pikirannya, dia menekuni petanque sejak usia dini. Karena terinspirasi sang kakak yang tampak gagah naik di atas podium saat meraih juara. “Kakak saya meraih juara di cabor petanque,” tuturnya saat melaporkan hasil Kejurnas ke Ketua Yayasan Dwijendra, Ketut Wirawan, Rabu (31/8).

Dia pun mengaku membulatkan tekad untuk mengikuti rekam jejak kakaknya. Sejak kelas III SD, remaja asal Padangsambian, Denpasar ini tekun berlatih olahraga yang berasal dari negara Prancis ini. Berkat ketekunan dan mengikuti segala arahan sang pelatih, beberapa medali pun berhasil dia koleksi. Baik itu di ajang Porsenijar hingga Kejuaran Piala Kadispora Provinsi Bali belum lama ini.

Bahkan saking banyaknya dia sendiri tidak mengingat betul jumlah medali yang dikoleksinya. Lupa pak,” ujarnya didampingi Kepala SMP Dwijendra Ketut Budayasa dan Pelatihnya I Made Sumardika Putra. Dalam Kejurnas kemarin, lanjut dia, berpasangan dengan dua rekannya dari Tabanan. “Kemarin saat Kejurnas itu lawan terberat dari Jawa Timur,” tuturnya.

Menurutnya, dalam menekuni petanque ini, selain konsentrasi hal yang paling penting adalah kemistri di dalam sebuah tim. “Jadi selain berlatih dengan tekun dan disiplin harus ada kemistri. Karena petanque ini juga olahraga yang memerlukan strategi tim,” tandasnya.

Sementara itu, Budayasa didampingi Sumardika mengatakan, peserta didiknya ini menjadi wakil Bali dalam Kejurnas tersebut. “Sebelum berangkat, atlet kami juga mengikuti seleksi. Nah saat Kejuaraan Petanque Dispora Bali di Tabanan kemarin, Denpasar masuk tiga besar. Salah satunya nama anak kami lolos,” tuturnya.

Menurutnya, atletnya berangkat ke Jakarta dan dibina Coach Kagung Putra dan Yuliasri. “Keberangkatan anak didik kami ini didukung penuh Bapak Ketua Yayasan Dwijendra. Jadi kami menghadap untuk melaporkan hasil yang diraih anak kita,” tandasnya.

Mendengar peserta didiknya meraih prestasi gemilang di tingkat nasional, Ketua Yayasan Ketut Wirawan tak bisa menyembunyikan kebanggaannya. Kendati demikian, pria berkacamata ini berusaha terlihat tegar. Namun senyum tipis di wajahnya masih sangat terlihat jelas menandakan kegembiraannya.

“Kami di yayasan selalu mendukung penuh bakat dan minat yang dimiliki anak-anaknya. Tak hanya dari segi materi, kami juga menyediakan sarana maupun prasarana sesuai dengan keinginan anak,” ungkapnya.

Dalam mendidik generasi penerus bangsa, lanjut Wirawan, pihaknya mengedepankan karakter berbasis budaya Bali. “Pintar itu penting, namun jauh lebih penting itu karakter yang baik. Karena, kita mengedepankan pendidikan berbasis kearifan lokal Bali,” pungkasnya. alt

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *