Angka Stunting Karangasem Tertinggi di Bali

oleh -215 Dilihat
Wabup Artha Dipa saat Diseminasi Audit Kasus Stunting, di aula pertemuan Sabha Widya Praja Disdikpora Kabupaten Karangasem, Kamis, 8 September 2022.

KARANGASEM, POS BALI – Perwakikan BKKBN Provinsi Bali menggandeng Pemerintah Kabupaten Karangasem melalui Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DinsosPPPAPPKB) Kabupaten Karangasem menggelar Diseminasi Audit Kasus Stunting, di aula pertemuan Sabha Widya Praja Disdikpora Kabupaten Karangasem, Kamis, 8 September 2022.

Kegiatan dihadiri Wakil Bupati Karangasem, I Wayan Artha Dipa selaku Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) di Kabupaten Karangasem. Turut hadir pula Kepala Dinas Kesehatan Karangasem, dr. I Gusti Bagus Putra Pertama, Koordinator Bidang KBKR Perwakilan BKKBN Prov. Bali, Debby Martha Legi, Kabid PPKB Dinas Sosial PPPAPPKB Karangasem, I Wayan Arsiawan Adi serta tim pakar audit kasus stunting Karangasem.

Dijelaskan, pemerintah telah menetapkan Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Angka Stunting Indonesia (RAN-PASTI) sebagai isu Program Prioritas Nasional yang menargetkan balita stunting turun menjadi 14% pada tahun 2024 dari kondisi 24,4 % pada tahun 2021, Kabupaten Karangasem sendiri memiliki angka stunting tertinggi di Provinsi Bali, yaitu berada di angka 22.9%.

Untuk itu Wabup Artha Dipa menegaskan seluruh stakeholder dan komponen untuk dapat bekerjasama dan berkomitmen dalam penanganan stunting agar dapat mencapai target yang ditetapkan di Karangasem, yaitu 13.44% pada tahun 2024.

“Saya harap agar seluruh pemangku kepentingan yang hadir hari ini dapat memberikan komitmennya dalam percepatan penurunan stunting di Kabupaten Karangasem sebagai prioritas utama di tingkat kabupaten hingga tingkat desa, komitmen untuk mengoptimalkan mobilitas sumber daya, koordinasi, melaksanakan pemantauan dan evaluasi sebagai upaya memastikan program terus berjalan dengan baik,” ujarnya.

Wabup Artha Dipa menjelaskan bahwa stunting ini sangat besar dampaknya bagi masyarakat, tidak hanya ukuran tubuh yang pendek, tetapi juga mempengaruhi kualitas SDM.

“Stunting dapat mempengaruh aspek kehidupan secara menyeluruh, seperti tingkat kecerdasan, kualitas kesehatan dan akhirnya berdampak pada kesejahteraan masyarakat. Jadi ini harus ditangani dengan serius, tidak boleh main-main,” tegasnya.

Sementara itu, Kabid PPKB Dinas Sosial PPPAPPKB Kab. Karangasem I Wayan Arsiawan Adi menjelaskan bahwa kegiatan Diseminasi Audit Kasus Stunting bertujuan mengidentifikasi risiko, mencari penyebab serta menganalisis faktor risiko terjadinya stunting.

“Diseminasi ini adalah langkah ketiga setelah dilaksanakannya pembentukan tim audit, pelaksanaan audit serta terakhir nantinya kegiatan tindak lanjut dari kegiatan audit kasus stunting,” terangnya.

Lebih lanjut dijelaskan Arsiawan, dalam pelaksanaan kegiatan audit kasus stunting, melibatkan tim teknis dan tim pakar.

“Dalam mensukseskan kegiatan audit kasus stunting, tim audit membentuk tim teknis dan tim pakar baik dari dokter spesialis anak, spesialis kandungan, ahli gizi maupun dari psikolog,” jelasnya

Berdasarkan hasil audit kasus stunting yang dilaksanakan pada 5 kasus, di antaranya pada ibu hamil, balita, baduta, ibu nifas dan calon pengantin (catin) yang hasilnya telah diberikan evaluasi dan rekomendasi oleh tim pakar. Untuk selanjutnya diharapkan lintas sektor terkait dapat menindaklanjuti hasil tersebut untuk penurunan stunting. alt

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *