UPMI Lepas 362 Wisudawan, Lahirkan Lulusan Berguna Bagi Nusa dan Bangsa

oleh -205 Dilihat
Rektor Suarta bersama Ketua Yayasan Arthanegara saat menyerahkan penghargaan kepada mahasiswa berprestasi.

MANGUPURA, POS BALI – Suara gamelan Bali terdengar mengiringi para wisudawan/wisudawati Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) saat mengikuti prosesi pemindahan tali toga dalam Wisuda Sarjana UPMI di Pecatu Hall, Bali Nusa Dua Convention Centre, Badung, Jumat (16/9). Senyum sumringah pun terpancar dari wajah mereka. Karena perjuangan selama empat tahun menempuh pendidikan akhirnya tuntas, dan mereka kini resmi menyandang gelar Sarjana Pendidikan (Spd) UPMI.

Dalam wisuda kali ini UPMI mewisuda berjumlah 362 orang, yang terdiri dari Prodi Pendidikan Bimbingan dan Konseling 29 orang, Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Daerah 48 orang, Prodi Pendidikan Seni Rupa 12 orang, Prodi Pendidikan Seni Tari Drama dan Musik 67 orang, Prodi Pendidikan Sejarah 18 orang, Prodi Pendidikan Ekonomi 44 orang, Prodi Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi 87 orang, Prodi Pendidikan Matematika 27 orang, Prodi Pendidikan Biologi 18 orang, Prodi Teknik Informatika 12 orang.

Dengan wisuda kali ini, maka jumlah alumni sampai Bulan September 2022 sebanyak 24.138 orang. Terdiri dari IKIP PGRI Bali sebanyak 23.450 orang dan Universitas PGRI Mahadewa Indonesia sebanyak 688 orang. Sedangkan wisudawan peraih IPK tertinggi yakni Ni Putu Maira Dian Purnami 3.97, dan berhasil meraih predikat dengan pujian.

Rektor UPMI, Made Suarta menyampaikan, wisuda kali ini merupakan yang kedua di bawah payung hukum Universitas PGRI Mahadewa Indonesia, mengingat per tgl 30 Juni 2020 sudah menjadi universitas dari sebelumnya institut. “UPMI ini merupakan hasil dari penggabungan IKIP PGRI Bali dan STIMIK Denpasar. Dan per tanggal 28 September 2020, terbit izin perubahan nama Universitas Mahadewa Indonesia menjadi Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI),” ungkapnya.

Disebutkan, UPMI membawahi dua fakultas yaitu fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP) dan fakultas Teknik & Informatika (FTI). Suarta juga menyampaikan tentang aktivitas akademik selama satu tahun akademik 2021/2022 Universitas PGRI Mahadewa Indonesia, yang meliputi dharma Pendidikan dan Pengajaran, darma Penelitian serta dharma Pengabdian pada Masyarakat.

“Dharma Pendidikan dan Pengajaran Aktivitas perkuliahan tahun akademik 2021/2022 dilaksanakan secara hybrid (campuran) untuk semester ganjil dan genap, karena pandemi Covid-19,” ungkapnya.

Dikatakan, student body seluruhnya adalah 2.046 orang mahasiswa yang dibina oleh 138 orang dosen dengan rincian 48 orang dosen PNS dpk dan 90 orang dosen tetap yayasan. Dari 138 orang dosen tersebut, 106 orang sudah memiliki kualifikasi S2, 32 orang dosen berkualifikasi S3, 12 orang dosen yang sedang studi lanjut S3.

“Dalam bidang SDM, dosen kami terus mengalami peningkatan kualitas, meningkatkan kualifikasi pendidikan melalui studi lanjut ke jenjang yang lebih tinggi, yaitu S3. Disamping itu, kerjasama dengan berbagai pihak merupakan bagian yg mesti dilakukan sekaligus diwujudkan sebagai bagian dari penguatan institusi,” lanjutnya.

Kerjasama itu baik dengan perguruan tinggi negeri, swasta, pemerintah, bank, media cetak dan elektronik maupun dengan sekolah menengah di Bali. “Kerjasama yang kami lakukan meliputi berbagai segmen diantaranya: Tridarma PT, meningkatkan kesejahteraan dosen, pegawai, mahasiswa, dan meningkatkan sarana dan prasarana,” pungkasnya.

Ketua Yayasan IKIP PGRI Bali, IGB Arthanegara berharap lulusan ini bermanfaat bagi masyarakat. Berguna kepada Nusa Bangsa dan Negara. “Kami juga berharap mereka tidak berhenti belajar hanya lulus SI saja. Tapi melanjutkan S2,” harapannya.  Ke depan, lanjut dia, SDM yang berkualitas sangat penting dalam menyiapkan generasi emas tahun 2045. “Negara memerlukan SDM yang berkualitas. Karena itu, kami berharap mereka melanjutkan ke jenjang lebih tinggi,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala LLDIKTI Wilayah VIII, I Gusti Lanang Bagus Eratodi menilai, UPMI merupakan perguruan tinggi yang sangat sigap terhadap segala bentuk kebijakan. “Saya lihat UPMI dalam wisuda ini telah melakukan segala bentuk perubahan sesuai dengan kebijakan LLDIKTI. Salah satunya memenuhi hak-hak mahasiswa dalam penerapan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM),” ujarnya.

Menurutnya, alumni ini sudah siap dalam menempuh di dunia pendidikan maupun berwirausaha. “Saya lihat sudah sangat siap dengan transformasi dunia pendidikan Society 5.0 yang semua terintegrasi, by system. Saya yakin para wisudawan sudah siap menghadapinya,” tandasnya. alt

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *