Mendag Sapa Pedagang Pasar Badung

oleh -201 Dilihat
Mendag tampak didampingi Cok Ace saat berdialog dengan pedagang di Pasar Badung. 

– Apresiasi Peran Pemerintah Daerah Jaga Harga Stabil 

DENPASAR, POS BALI  – Di sela-sela kegiatannya mengikuti pertemuan Menteri Perdagangan, Investasi dan Industri Negara G20, Menteri Perdagangan RI Zulkifli Hasan mengunjungi Pasar Badung, Rabu (21/9) kemarin. Kunjungan Mendag tampak didampingi Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) dan Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara.

Dalam kunjungan itu, Mendag menyapa sejumlah pedagang yang menjual kebutuhan pokok seperti bawang, cabai, minyak goreng, daging sapi, kambing dan ayam. Berinteraksi dengan para pedagang, Mendag menanyakan harga jual sejumlah kebutuhan pokok tersebut.

Dari hasil pantauannya, ia menyimpulkan harga kebutuhan pokok pada pasar terbesar di Denpasar itu relatif stabil, bahkan cenderung lebih rendah dari harga di Pulau Jawa dan daerah lainnya.

Contohnya bawang merah berkualitas baik yang dijual dengan harga Rp 25 ribu, menurutnya di Jawa masih di kisaran Rp. 30 ribu. Demikian pula harga cabai yang katanya lebih rendah dari Pulau Jawa dan daerah lain.

Hanya saja, Mendag mengakui bahwa jenis daging tertentu seperti kambing cukup mahal karena pemerintah masih menerapkan aturan ketat untuk mencegah meluasnya penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

“Masuknya kambing dari Jawa memang masih kita perketat, karena pemerintah ekstra hati-hati menyikapi PMK. Bali ini kan masih relatif aman, jangan sampai satwa dengan PMK masuk ke sini. Karena penularannya kan dengan berbagai cara, bisa dari satwanya langsung atau melalui kita. Jadi harus bersabar dulu,” ucapnya menanggapi keluhan seorang penjual daging kambing.

Terkait stabilitas harga kebutuhan pokok di Pasar Badung, Mendag menyebut hal ini tak terlepas dari antisipasi yang dilakukan Pemprov Bali bersinergi dengan kabupaten/kota. Untuk itu, secara khusus ia mengapresiasi langkah-langkah yang ditempuh Pemprov dan Pemerintah Kota Denpasar yang paham pasar, sehingga cepat tanggap mengambil langkah untuk menstabilkan harga.

Ia mendaku, selalu menyempatkan diri berkunjung ke pasar-pasar di setiap daerah yang dikunjungi untuk memantau perkembangan harga bahan kebutuhan pokok. “Di mana-mana, saya pasti mampir ke pasar agar bisa mengikuti perkembangan harga bahan pokok karena menyangkut hajat hidup masyarakat,” ucapnya.

Pada bagian lain, Mendag juga menyampaikan bahwa ketahanan pangan Indonesia saat ini masih terjaga dengan baik. “Ketersediaan cukup, harga juga stabil,” ujarnya.

Ditambahkan olehnya, guna tetap menjaga ketahanan pangan, pemerintah tengah menggodok pembentukan BUMN yang bertugas membeli hasil pertanian saat harga di pasaran anjlok. Dengan demikian, harga di petani akan tetap stabil dan mereka tetap bersemangat untuk bertani. alt

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *