BUMN Lokomotif Kebangkitan Ekonomi Masa Depan, Parta Rangkul Pengusaha Muda

oleh -298 Dilihat
Anggota Komisi VI DPR RI, I Nyoman Parta sosialisasi Holding BUMN sebagai Lokomotif Kebangkitan Ekonomi Masa Depan.

GIANYAR, POS BALI – Anggota Komisi VI DPR RI, I Nyoman Parta melaksanakan sosialisasi BUMN, ‘Holding BUMN sebagai Lokomotif Kebangkitan Ekonomi Masa Depan’.

Kegiatan ini dilaksanakan di Hotel Kory Maharani, Gianyar (15/10). Tampak hadir Ketua Dekranasda Kabupaten Gianyar, Ida Ayu Surya Mahayastra.

Sosialisasi ini di hadiri oleh Pelaku UMKM, pengusaha muda, dan terkhusus ada anak-anak muda pecinta kopi berjumlah 100 orang.

Nyoman Parta selama ini memang getol memperjuangkan UMKM, berkolaborasi dengan BRI, dan sangat diapresiasi BRI berhasil menaikkelaskan 1,8 juta nasabah KUR Mikro ke Komersial di tahun 2021 dan di tahun 2022 diprediksikan nasabah yang berhasil dinaikkelaskan mencapai 2,2 juta nasabah.

“Kami memberikan pemahaman kepada pelaku UMKM bahwa meminjam uang untuk usaha, hari ini sudah sangat mudah, ada KUR dengan bunga terjangkau untuk UMKM, jadi harus dimanfaatkan dengan baik,” ungkapnya.

Terlebih, lanjut dia, anak-anak muda yang ingin memperdalam ilmu kopi, kemudian menjadi barista, dan membuka kedai kopi atau coffee shop, tentu tidak memerlukan biaya yang sedikit. Maka dari itu selain bisa membuat kopi juga harus mempelajari manajemen keuangan usaha.

Diketahui BRI memiliki visi menjadi The Most valuable Banking Group in Southeast Asia & Champion of Financial Inclusion pada 2025. Salah satu visi untuk menjadi Champion of Financial Inclusion.

Lebih lanjut disampaikan dalam mewujudkan peningkatan inklusi keuangan tersebut, juga harus diikuti peningkatan literasi keuangan.

“BRI setidaknya memiliki 3 strategi utama dalam upayanya meningkatkan financial literasiindex. Pertama, mengembangkan Agen BRILink menjadi 600 ribu hingga akhir 2022 di seluruh Indonesia. Kedua, BRI pun akan mengembangkan digital advisor atau penyuluh digital,” ungkapnya.

BRI juga menjadi induk Holding Ultra Mikro (UMi) yang dibentuk untuk memperkuat literasi dan inklusi keuangan. Sinergi ekosistem ultra mikro antara BRI dengan Pegadaian dan PNM (Permodalan Nasional Madani) adalah untuk membuka akses layanan keuangan yang lebih luas kepada masyarakat.

Acara ini juga menghadirkan narasumber Diah Desvi Arina dari Bina Kreatif selaku pendamping UKM yang juga menjelaskan tentang pentingnya manajemen keuangan untuk pengusaha, terlebih bagi pengusaha coffee shop.

“UMKM Dampingan saya banyak yang mengeluhkan sulitnya manajemen keuangan usaha, padahal Bank BRI sebagai salah satu Bank yg memfasilitasi KUR sudah memberikan bunga rendah, apalagi pajak UMKM jg relatif kecil, jadi seharusnya UMKM khususnya pengusaha coffee shop/ kedai kopi mampu memaksimalkan hal itu,” ungkapnya

Banyak juga yang tidak menghitung detail pendapatan usahanya, padahal coffee shop misalnya, mereka harus menghitung semuanya secara detail, mulai dari harga pokok, operasional, hingga penyusutan bangunan, sampai berapa ice yang mencair, berapa bahan baku yang terbuang.

“Selain itu, penyetoran uang kas ke Bank harus dilakukan rutin agar cash flow baik, dan jika memerlukan pinjaman bank, bisa terpenuhi,” pungkasnya. alt

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *