Bali Fab Island Pertama di Dunia

oleh -189 Dilihat
Gubernur Koster (tengah) tampak membunyikan cengceng saat membuka Fab City Summit (Bali Fab Festival) 2022 di Jimbaran, Badung, Senin (17/10).

MANGUPURA, POS BALI – Terpilihnya Bali sebagai tempat acara Fab City Summit (Bali Fab Festival) 2022, merupakan suatu kepercayaan sekaligus kehormatan. Hal itu disampaikan Gubernur Bali, Wayan Koster saat membuka acara tersebut di Jimbaran, Badung, Senin (17/10). Dengan event ini, Pulau Bali dideklarasikan sebagai Fab Island pertama di dunia guna mendukung ekosistem teknologi digital di Bali.

“Mewakili pemerintah daerah dan masyarakat Bali, saya mengucapkan selamat datang di Bali. Pulau Dewata yang kita cintai bersama. Semoga dengan keindahan alam, keramahtamahan masyarakat, dan kekayaan, serta keunikan budaya Bali, akan memberikan vibrasi yang kuat bagi para peserta untuk mengikuti acara dan berbagai kegiatan selama berada di Bali,” harap Koster.

Sesuai visi ‘Nangun Sat Kerthi Loka Bali’, Melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana Menuju Bali Era Baru, pelaksanaan Bali Fab Festival diharapkan dapat berkontribusi terhadap pembangunan Bali. Khususnya dalam mendukung Program Bali Smart Island sebagai bagian dari program transformasi perekonomian Bali.

“Konsep Fab City yang mendorong tumbuh kembang circular economy dengan spirit agar daerah dapat memenuhi kebutuhannya sendiri dengan memproduksi sendiri produk-produk yang dibutuhkan melalui dukungan teknologi canggih. Saya rasa ini sangat sejalan dengan visi ‘Nangun Sat Kerthi Loka Bali’, yang salah satu prinsip dalam Tri Sakti Bung Karno, yaitu berdikari secara ekonomi,” ujarnya.

Koster juga menyambut baik Fab City Network untuk mendeklarasikan Bali sebagai Fab Island. Pulau Fab pertama di dunia dan berkomitmen untuk mensukseskan program ini. Dengan mendeklarasikan diri sebagai Fab Island, Bali menjadi bagian dari jaringan global teknologi, inovasi, dan entrepreneurship, guna memberdayakan masyarakat sampai ke akar rumput.

“Saya juga menyambut baik ajakan untuk bersama-sama membuat kesepakatan Bali terhadap upaya pencapaian pembangunan rendah karbon menuju Net Zero Emission pada Tahun 2045,” imbuhnya.

Dia menegaskan bahwa dengan Bali menjadi Fab Island, sektor pariwisata yang saat ini mendominasi perekonomian Bali, akan dikembangkan/diberdayakan jenis pariwisata baru, yaitu pariwisata berbasis teknologi atau technology tourism.

“Pariwisata berbasis teknologi ini akan berkolaborasi dengan komunitas lokal untuk mencari solusi terhadap tantangan yang dihadapi melalui penelitian, pengembangan, dan produksi bersama,” tegasnya.

Dalam dinamika global, lanjut Koster, Bali harus terbuka terhadap ide, sumberdaya, dan inovasi global, sehingga Bali akan memiliki model ekonomi baru, yang bisa menjadi contoh untuk pengembangan model ekonomi nasional.

“Oleh karena itu, saya sangat berharap sekaligus mengundang Fab City Network untuk berkontribusi secara nyata dalam pengembangan platform digital Bali, termasuk mendukung pelaksanaan event Bali Digifest yang dilaksanakan setiap tahun oleh Pemerintah Provinsi Bali, guna mewujudkan visi Digital Kerthi Bali, dengan spirit Enabling Bali As Digital Creative Paradise,” pungkasnya. alt

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *