Keamanan dan Kenyamanan Kunci Suskes G20

oleh -372 Dilihat
Kasatpol PP Provinsi Bali, Dewa Nyoman Rai Dharmadi
Kasatpol PP Provinsi Bali, Dewa Nyoman Rai Dharmadi

DENPASAR, POS BALI – Sebagai daerah tujuan wisata dunia, keamanan dan kenyamanan bagi wisatawan baik domestik maupun mancanegara merupakan harga mutlak yang wajib disajikan seluruh masyarakat Bali.

Apalagi Indoensia dijadikan tuan rumah petinggi dunia untuk mengikuti Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20, khususnya Bali venus pertemuan yang akan berlangsung pada 15-16 November 2022.

Kesuksesan sebagai ajang G20 ini bukan hanya untuk Bali saja. Akan tetapi citra Indonesia di mata dunia, bahwa aman dan nyaman melakukan berbagai kegiatan bersifat internasional.

Untuk menciptakan keamanan dan kenyamanan yang tidak turun begitu saja dari langit, maka perlu sinergitas semua pihak. Tak cukup hanya mengandalkan TNI, Polri, Satpol PP, serta instansi terkait lainnya. Akan tetapi melibatkan seluruh komponen masyarakat.

Sebagai venus KTT G20, Bali sendiri telah jauh-jauh hari mempersiapkan diri. Baik itu penataan infrastruktur, penertiban spanduk, warung-warung bedeng yang terkesan kumuh, hingga penataan kawasan objek wisata.

Karena, tidak menutup kemungkinan sebelum maupun pascapertemuan itu, para delegasi dan staf pengikutnya bakal berwisata menikmati keindahan objek wisata hingga ragam budaya yang disuguhkan Bali.

Untuk meminimalisir terjadinya potensi gangguan stabilitas keamanan, maka pendataan penduduk non permanen pun dilakukan. Pendataan ini bukan untuk melarang datang, tinggal maupun bekerja di Bali.

Akan tetapi, untuk mencegah potensi gangguan keamanan yang bisa saja terjadi, sehingga penduduk pendatang ini bisa termonitor dengan baik. Khusunya untuk mengetahui siapa penjaminnya. Karena jika terjadi sesuatu, maka akan cepat diatasi.

Terkait kebijakan pembatasan kegiatan masyarakat, langkah ini untuk memastikan kelancaran para delegasi menuju venus di kawasan Nusa Dua, Badung, Bali.

Pembatasan yang dimaksud ini bukan berarti pelarangan. Akan tetapi membatasi kegiatan yang dirasa berpotensi menghambat kelancaran arus lalu lintas, sehingga diberlakukan ganjil genap, work from home, hingga pembelajaran secara dalam jaringan.

Karena jika diberlakukan pengalihan arus lalu lintas dalam kebijakan ganjil genap, maka itu akan sulit. Mengingat ruas-ruas jalan yang ada di Bali sangat terbatas, dan hanya itu-itu saja.

Pra G20 dilakukan berbagai upaya. Mulai dari penataan Pantai Berawa, Canggu, hingga objek wisata lainnya. Langkah ini untuk menyajikan yang terbaik bagi para delegasi hingga pengikutnya.

Karena diprediksi, tamu G20 yang hadir itu kurang lebih 2.500 orang. Mereka pun tidak hanya tinggal di Nusa Dua. Namun bisa saja di luar wilayah itu.

Pelaksanaan KTT G20 di Bali ini, juga tidak terlepas perjuangan Gubernur Bali Wayan Koster yang meyakinkan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi). Mengingat event ini sempat direncanakan dipindah tempat, dan bakal digelar di Jakarta.

Gubernur Bali terbang langsung ke Jakarta untuk meyakinkan Presiden Jokowi bahwa Bali sangat siap dan aman untuk perhelatan pertemuan dunia ini.

Yakni dengan membeberkan indikator berupa tingkat vaksinasi yang tinggi, kasus yang semakin terkendali, penerapan protokol kesehatan yang ketat, hingga penerapan CHSE.

Tak hanya itu, untuk meyakinkan kenyamanan para delegasi, juga melakukan penanganan PMK dengan cepat, antisipasi rabies, pembagian tas ramah lingkungan untuk menekan plastik sekali pakai (PSP), hingga penutupan TPA untuk sementara waktu.

G20 ini menjadi promosi gratis untuk citra pariwisata pascapandemi, dalam upaya mempercepat kebangkitan pariwisata Bali. G20 juga ajang unjuk gigi untuk meyakinkan dunia bahwa Bali aman dan nyaman untuk dikunjungi.

Oleh: Kasatpol PP Provinsi Bali, Dewa Nyoman Rai Dharmadi

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *