Kaka Slank Bakal Bicara di GYC on SDGs ke-3

oleh -112 Dilihat
Tim Global Youth Conference (GYC) on Sustainable Development Goals (SDG's) ke-3

DENPASAR, POS BALI – Perhelatan Global Youth Conference (GYC) on Sustainable Development Goals (SDG’s) ke-3 akan segera digelar pada 26-27 November 2022 secara daring.

Perhelatan yang dikawal oleh kaum muda di bawah bendera Precious Island menghadirkan empat topik utama yaitu Climate Action, Food Sovereignty, Zero Waste and Public Health, dan Sustainability in Ocean.

“Tahun ketiga ini, kami sudah go internasional, sehingga ada pembicara dari internasional dalam konferensi ini,” kata Ketua GYC Patricia di Kubu Kopi, Jalan Hayam Wuruk Denpasar, Senin (21/11).

“Hari pertama ada Kaka Slank. Dia publik figur yang akan berbicara di hari pertama Sustainability in Ocean. Apalagi dia menyukai menyelam,” ungkapnya.

Menurutnya, Kaka Slank hadir secara online dan menjadi pembicara dalam GYC on SDGs. “Salah dari kami kenal sama Kaka Slank. Apalagi sebagai publik figur dia sangat aktif, sering terlibat ada kelautan publik figur,” tuturnya.

Terkait empat topik utama tersebut, Climate Action sudah dilakukan konferensi kecil di Lamongan.

“Ternyata sudah ada dari anak-anak SD yang sudah melakukan aksi, salah satunya hybrid ponic yang sudah mendapatkan adiwiyata,” ungkap Anggota GYC, Ari.

Ari juga menyinggung terkait topik Sustainability in Ocean. Kata dia, kelautan jarang dibahas. Padahal, kata dia, Negara Indonesia merupakan negara kelautan. “Ini yang menarik untuk diangkat,” ungkapnya.

Anggota GYS dan juga Moderator, Satria menyampaikan, telah melakukan mini konferensi di Bappeda Bali, terkait sampah.

“Disini peran anak muda sangat dibutuhkan sebagai sosok yang melakukan aksi nyata dalam mendukung peduli terhadap lingkungan,” jelasnya.

Wakil Ketua Mini Konferensi, Nadya menambahkan, mini konferensi di Bali menghasilkan kesadaran peserta untuk peduli terhadap lingkungan.

GYC menilai, di Bali sendiri telah memiliki payung hukum dalam penanganan lingkungan khususnya dalam penanganan sampah plastik sekali pakai.

Namun, belum maksimal dalam sosialisasi. Khususnya untuk saling mengingatkan dan membangun kesadaran anak muda agar peduli lingkungan.

Kendati demikian, jika dibandingkan daerah lain, kepedulian masyarakat terhadap lingkungan telah terjaga dengan baik. Namun perlu ditingkatkan.

Di Bali masih terdapat sawah, pantai, hingga pemandangan pegunungan. Akan tetapi jika tidak dijaga dengan baik, maka bukan tidak mungkin lingkungan yang asri akan tergerus.

Untuk itu, membangun kesadaran anak muda peduli terhadap lingkungan sangat penting. Tak hanya generasi muda, peduli terhadap lingkungan juga harus dijaga semua lapisan masyarakat.

Untuk diketahui, GYC sendiri berangkat dari keprihatinan dan kepedulian generasi muda yang peduli terhadap lingkungan sekitar.

Para anak muda ini, melakukan aksi nyata terhadap lingkungan. Mulai permasalahan sampah hingga ketahanan pangan. alt

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *