Industrialisasi Jadi Kunci Percepatan Transformasi Ekonomi Indonesia

oleh -184 Dilihat
Foto: presconfrence penutupan acara IDF 2022

MANGUPURA, POS BALI – Transformasi ekonomi menjadi kunci Indonesia untuk dapat naik kelas, dari negara middle income (bependapatan menengah) menjadi negara high income (bependapatan tinggi).

Percepatan transformasi itu dapat dilakukan dengan mendorong industrialisasi dengan paradigma baru. Terlebih pada tahun 2045 Indonesia ditargetkan dapat menjadi negara dari kategori Middle Income menjadi High Income.

Untuk itu setiap pihak diajak saling bekerjasama dan berkolaborasi dalam mewujudkan hal itu, sebab untuk bisa bergerak maju harus dilakukan secara kolektif.

Deputi Bidang Ekonomi Kementerian PPN/Bappenas, Amalia Adininggar Widyasanti menerangkan, di tahun 2045 yang bertepatan dengan peringatan 100 tahun Kemerdekaan RI, Indonesia ditargetkan dapat menjadi negara dari kategori Middle Income menjadi High Income.

Untuk merealisasikan hal itu tentu diperlukan kerja cepat, yang tidak bisa hanya dilakukan pemerintah saja. Diperlukan berkolaborasi san kerjasama lintas pemangku kepentingan, baik itu kolaboratif effort maupun kolaboratif action.

Untuk bisa naik kelas menjadi negara berpendapatan tinggi, maka harus melakukan transformasi ekonomi. Sebab tidak ada satupun negara di dunia yang dapat naik kelas tanpa melakukan transformasi ekonomi.

Selain itu ruang bonus demografi akan berakhir tidak akan lama lagi, sehingga widows opportunity (jendela kesempatan) harus dilakukaan saat ini atau tidak sama sekali. Oleh sebab itu, dalam IDF Tahun 2022 ini diambil tema ‘The 2024 Development Agenda: New Industrialization Paradigm for Indonesia’s Economic Transformation’. “Industrialisasi akan menjadi inti atau kunci penting dari transformasi ekonomi Indonesia. Karena indutrialisasi ini yang dapat mengungkit produktivitas ekonomi untuk dipercepat dan ditingkatkan.

Tanpa industrialisasi, produktivitas ekonomi tidak bisa tumbuh. Dan tanpa produktivitas, Indonesia tidak dapat tumbuh ekonominya untuk waktu yang panjang,” terangnya usai kegiatan Development Forum (IDF) 2022, Selasa (22/11) di Jimbaran.

Untuk bisa meningkatkan produktivitas ekonomi Indonesia, maka industrialisasi harus dilakukan. Industrialisasi yang didorong bukan hanya sekedar industrialisasi, melainkan harus menggunakan paradigma baru industrialisasi.

Ciri-ciri dari paradigma baru industrialisasi adalah meningkatkan kompleksitas ekonomi dan keterkaitan antar produk, harus didukung oleh riset dan inovasi, serta harus adaptif terhadap permintaan pasar dan trend baru kedepan yang termasuk green ekonomi, digitalisasi dan lain-lain.

Sementara, Sesmen PPN/ Sestama Bappenas Taufik Hanafi menerangkan bahwa aspek transformasi ekonomi sangat penting dilakukan untuk mengapai cita- cita yang diharapkan Indonesia saat merayakan 100 tahun kemerdekaan.

Untuk bisa bergerak maju, maka hal itu harus dilakukan secara kolektif. Hal itu bukan hanya dilakukan oleh pemerintah, melainkan juga dari berbagai pihak. Karena itu pihaknya juga melibatkan pihak pelaku industri dan akademisi dalam IDF 2022, untuk saling berkolaborasi mengumpulkan ide dan mendeliver outputnya. Baik itu dari Telkom, PT. Diragantara, dan akademisi ITB.

“Pembahasan dalam IDF ini penting karena akan memperkuat isu-isu penting yang akan dihadapi oleh Indonesia kedepannya,” imbuhnya. gay

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *