Desa Wisata di Bali Meningkat 

oleh -185 Dilihat
Tjok Bagus Pemayun

DENPASAR, POS BALI – Jumlah desa wisata di Bali mengalami kenaikan di era kenormalan baru pascapandemi Covid-19. Dinas Pariwisata Provinsi Bali mencatat, saat ini terdapat 238 Desa Wisata yang tersebar di seluruh Pulau Dewata.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Tjok Bagus Pemayun mengungkapkan, pada tahun 2019 Bali hanya memiliki 194 desa wisata. Di satu sisi, kata dia, pertumbuhan desa wisata di Bali berdampak pada bangkitnya ekonomi masyarakat pasca pandemi.

“Di sisi lain, pemerintah atau dalam hal ini Dinas Pariwisata memiliki pekerjaan rumah baru untuk memberikan pendampingan kepada pengelola desa wisata,” katanya di Denpasar, Rabu (23/4).

Dijelaskan, pelatihan mutlak harus diberikan agar sumber daya manusia yang ada, memiliki kompetensi. Dia menambahkan dengan pelatihan yang diberikan, pengelolaan desa wisata akan lebih baik, berkualitas dan berkelanjutan.

“Tidak ada target khusus untuk jumlah desa wisata di Bali, biarlah desa wisata tumbuh secara alami sesuai karakteristik daerahnya masing-masing. Tugas kami memberikan dorongan atau pelatihan kepada sumber daya manusia yang ada,” ujarnya.

Tjok Bagus menuturkan, perluasan kebijakan dari pemerintah pusat untuk mendongrak kembali ekonomi pariwisata Bali, juga diseimbangkan Pemprov Bali melalui berbagai kebijakan.

Salah satunya, kata dia, penataan usaha-usaha pariwisata agar lebih beragam, atau membangun diversifikasi pariwisata. Dengan demikian, perekonomian Bali ke depan lebih sustain, atau berkelanjutan dan berimbang.

Di situ, jelas dia, sektor pariwisata masih tetap mendominasi dengan angka sebesar 56,78%. Disusul sektor pertanian 9,24%, sektor kelautan/perikanan 4,21%, sektor industri 14,63% dan sektor lainnya. “Sektor yang masih terbuka peluang investasi mengarah pada pariwisata,” ujarnya.

Tjok Bagus mengatakan, selera wisatawan asing sangat berpengaruh terhadap pergeseran tren. Saat ini, destinasi pedesaan dengan pemandangan alam dan aktivitas masyarakat desa, justru menjadi daya tarik wisata tersendiri bagi wisatawan mancanegara.

“Selain itu, budaya di suatu Desa Wisata hingga oleh-oleh berupa suvenir banyak dicari wisatawan mancanegara,” pungkasnya. alt

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *