Terjunkan 255 Mahasiswa, UPMI Dukung Pengembangan Desa Wisata Apuan 

oleh -235 Dilihat
Suasana acara pelepasan KKN mahasiswa UPMI di Desa Apuan, Susut, Bangli. 

BANGLI, POS BALI – Sebanyak 255 mahasiswa dari Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik di Desa Apuan, Susut, Bangli.

Mahasiswa itu terdiri dari Prodi BK, PBID, Biologi, Ekonomi, PJKR, Matematika, Sejarah, Sendratasik, Seni Rupa, dan Teknik Informatika. Dalam KKN ini, UPMI menerjunkan mahasiswa untuk mendukung pengembangan objek wisata berbasis kearifan lokal di Desa Apuan ini.

Meliputi peningkatan pemahaman warga tentang kearifan lokal yang dimiliki, melalui pembelajaran formal di sekolah, sehingga masyarakat mampu merawat, melestarikan, dan mengembangkan kearifan lokal yang ada.

Kemudian mempromosikan kearifan lokal berbasis teknologi informasi, dan memberdayakan potensi yang ada di masyarakat untuk mendukung pengembangan desa wisata. Program KKN tematik yakni Etno Science, Ethnic Tourism, seminar/workshop/pelatihan, pembangunan fisik, hingga penelitian dosen berkolaborasi dengan mahasiswa.

Rektor UPMI, Made Suarta menyampaikan, KKN yang merupakan Tri Dharma Perguruan Tinggi bagian pengabdian masyarakat ini, untuk membangkitkan kearifan lokal.

Mengingat, lanjut dia, kehidupan masyarakat Bali berbasis budaya, dan buah dari pelestarian itu adalah pariwisata. Dikatakan, KKN di desa ini merupakan janji untuk membantu menuntaskan rencana pembangunan.

“KKN ini untuk menggali dan membangkitkan potensi yang ada di Desa Apuan. Kemudian kami angkat, dipublikasikan agar terkenal, sehingga masyarakat tahu potensi kearifan lokal yang dimiliki di desa ini,” jelasnya di sela-sela penyerahan mahasiswa KKN di Balai Desa Apuan, Senin (28/11).

Menurutnya, terdapat beberapa potensi yang akan diangkat. Mulai dari Tibumana, Tirta Empul, Seni Arja, serta potensi lainnya. “Lokasi desa ini juga sangat strategis. Dekat dengan Desa Penglipuran maupun Kintamani,” pungkasnya.

Ketua Yayasan IKIP PGRI Bali, IGB Arthanegara menambahkan, melalui KKN ini mahasiswa belajar dan terjun ke masyarakat. “Kenapa kami pilih pedesaan, karena kita ingin mahasiswa menyatu dengan masyarakat. Dengan terjun langsung, mereka tidak akan lupa tentang pengalaman yang mereka dapatkan,” harapnya.

Camat Susut, I Dewa Putu Apriyanta menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada UPMI karena telah melakukan KKN selama satu bulan, hingga 30 Desember 2022.

Pihaknya berharap dengan Baksos UPMI di Juli 2022 yang dilanjutkan dengan KKN ini berlangsung lancar dan aman, serta menjaga ketertiban. “Buatlah kenangan yang baik untuk  warga desa maupun mahasiswa KKN,” harapnya. alt

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *