Pendiri Gema Merdeka Group dr Oka Raih Penghargaan Lifetime Achievement

oleh -148 Dilihat
dr Oka saat menerima Penghargaan Lifetime Achievement dalam acara malam Anugerah Penyiaran Bali 2022, KPID Bali bertajuk 'Pulih Bersama Melalui Penyiaran Sehat dan Bermartabat'.

DENPASAR, POS BALI – Pendiri Radio Gema Merdeka Group, dr I Gusti Ngurah Oka meraih penghargaan Lifetime Achievement dari Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Bali.

dr Oka meraih penghargaan seumur hidup, karena konsisten bergerak di bidang penyiaran radio yang ditekuninya sejak 41 tahun lalu, tepatnya kala dia duduk di bangku SMP.

Penghargaan itu diserahkan Sekda Provinsi Bali, Dewa Made Indra bersama Ketua KPI Pusat Agung Supriyo, Kapolda Bali Irjen Pol Putu Jayan Danu Putra, Anggota DPRD Bali I Ketut Rochineng, dan didampingi Ketua KPID Bali Agus Astapa di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Bali di Denpasar, Rabu (30/11) malam.

Dari tayangan video profil dr Oka, disebutkan bahwa Radio Gema Merdeka awalnya berdiri di Gianyar. Segmennya adalah hiburan lagu-lagu pop Bali hingga hiburan kepada masyarakat Bali.

Dalam perkembangannya, radio yang dibangun mendapatkan pendengar yang cukup banyak, sehingga radionya dipindahkan ke Kota Denpasar.

Sembari menggeluti profesi sebagai seorang dokter, putra dari mantan Bupati Karangasem ini tetap konsisten mengembangkan radionya kepada orang-orang profesional.

Mantan Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar ini dengan sentuhan tangan dinginnya mampu mengembangkan radionya dan saat ini memiliki empat radio Dirgantara Negara, Sunari, Beat Gianyar, dan Radio Gema Merdeka. “Radio menjadi fashion hidup saya,” katanya.

Sebelumnya, Sekda Provinsi Bali, Dewa Made Indra menyampaikan apresiasi kepada KPID, dan selamat kepada penerima penghargaan ini.

Pihaknya berharap, melalui anugerah ini memberikan penyiaran di Bali yang sehat, berkualitas, dan bermanfaat informatif edukatif perekat sosial dan juga ketertiban kehidupan bersama.

Ketua KPI Pusat, Agung Supriyo mengapresiasi KPID Bali yang telah berkontribusi banyak tidak hanya di Bali, tapi juga Indonesia.

Menurut dia, banyak hal yang telah dilakukan KPID. Salah satunya terobosan pendekatan yang berbeda. Ketua KPID Bali, Agus Astapa, kata dia, melakukan pendekatan persuasif. “Lebih ke pendekatan persuasif dari pada sanksi,” katanya.

Sanksi yang banyak, kata dia, belum tentu baik. Namun, yang terpenting outputnya siarannya menjadi lebih baik. “Ini akan menjadi positif bagi lembaga penyiaran,” jelasnya.

Dia menambahkan, tujuan dari anugerah ini untuk mewujudkan standardisasi penyiaran yang tinggi.

Agus Astapa menyampaikan anugerah kepada insan penyiaran di Bali ini merupakan untuk kali kedua. Sebelumnya anugerah serupa telah dilakukan di tahun 2021.

Pihaknya berharap, melalui penghargaan ini mampu memotivasi, memberi inisiatif, dan positif sesuai dengan fungsi penyiaran yakni sebagai informasi, edukasi, hiburan, perekat, dan kontrol sosial.

Dengan anugerah ini, pihaknya berharap semakin banyak lembaga penyiaran yang belum aktif ikut bergabung. “Tahun ini ada 245 karya dari 33 radio dan 28 televisi yang ikut lomba di Bali,” katanya.

Dalam malam Anugerah Penyiaran Bali 2022, KPID Bali bertajuk ‘Pulih Bersama Melalui Penyiaran Sehat dan Bermartabat’, juga menyerahkan penghargaan kepada PT BPD Bali, Kapolda Bali, tokoh penyiaran nasional yang mengenakan udeng Bali sejak 2016, yakni Ketua KPI Pusat Agung Supriyo. alt

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *