Filipina Pelajari Pariwisata Bali

oleh -156 Dilihat
Wagub Cok Ace (kanan) saat menerima cinderamata dari Delegasi Bataan Maria Angela S. Garcia (kiri).

DENPASAR, POS BALI – Provinsi Bataan, Filipina memiliki pemandangan alam yang indah seperti Bali. Untuk itu, Bataan ingin belajar dari Bali, bagaimana mengembangkan industri pariwisata dengan baik mengingat Bali sangat terkenal di mancanegara.

Hal itu disampaikan Delegasi Bataan Maria Angela S. Garcia saat bertemu dengan Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) di Ruang Rapat Praja Sabha, Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Sabtu (3/12).

Maria Angela S. Garcia menyampaikan, kunjungan ke Bali terkait pertukaran informasi pembangunan pariwisata Provinsi Bali yang ingin diadopsi oleh Provinsi Bataan.

“Semula Provinsi Bataan hanya terdiri dari 2 Distrik namun sejak populasi yang kian meningkat, maka dikembangkan menjadi 3 distrik,” ungkapnya seperti dikutip dari siaran pers yang diterima redaksi POS BALI, Minggu (4/12).

Pihaknya ingin mengadopsi cara-cara pembangunan pariwisata di Bali. Baik dari segi pendekatan kepada masyarakat, investor serta pengelolaan lainnya.

Menanggapi hal itu, Cok Ace mengapresiasi dan berterimakasih jika ada provinsi yang ingin belajar dari Bali. Menurut Cok Ace, belajar dari pandemi, bahwa Bali tidak bisa terlalu mengandalkan pariwisata sebagai roda utama penggerak ekonomi.

“Dilihat dari sebelum pandemi, PDRB Bali 54% berasal dari sektor pariwisata, dan begitu terjadi pandemi Covid-19, ekonomi Bali sangat terpuruk,” tutur Cok Ace.

Untuk itu, lanjut Cok Ace, dalam periode Bali Era Baru ini Pemprov Bali melakukan beberapa cara manuver penggerak ekonomi Bali. Salah satunya adalah penguatan potensi sumber daya lokal alam, krama, dan kebudayaan Bali.

“Yang diwariskan merupakan potensi dan kekuatan yang besar untuk membangun perekonomian Bali berbasis sumber daya lokal melalui sektor pertanian, kelautan dan perikanan, serta industri kerajinan rakyat berbasis budaya yang didukung oleh pariwisata. Perkembangan pariwisata telah mendorong Krama Bali semakin meninggalkan potensi sumber daya lokal,” ungkap Cok Ace.

Cok Ace membeberkan, perjalanan panjang pariwisata Bali dengan berbagai kejadian gangguan keamanan, bencana alam, bencana bukan alam, serta pandemi Covid-19 telah cukup memberikan pembelajaran tentang betapa rentannya gejolak perekonomian Bali yang hanya bertumpu pada satu dominasi sektor Pariwisata.

Untuk itu, jelas dia, perlu dilakukan pengembangan sektor unggulan, seperti sektor pertanian dalam arti luas termasuk peternakan dan perkebunan, sektor kelautan dan perikanan, sektor industri, sektor IKM, UMKM, dan koperasi, sektor ekonomi kreatif dan digital sektor pariwisata, serta pengembangan infrastruktur pendukung. “Semua ini dituangkan dalam Ekonomi Kerthi Bali,” imbuhnya.

Cok Ace juga melihat bahwa hal yang perlu diperhatikan dari Bali adalah keseimbangan antar wilayah. Selama ini ketimpangan antar wilayah sangat tinggi, contohnya pariwisata hanya dominan di wilayah selatan.

Untuk itu, Cok Ace juga menuangkan konsep Padma Bhuwana dalam strategi membangun Bali, dimana Prioritas pembangunan di setiap wilayah kabupaten/kota harus didasari karakteristik geografis, demografis, serta potensi sumber daya dominan.

“Optimalisasi seluruh potensi tersebut haruslah didasari karakteristik dan fungsi setiap Dewata Nawasanga yang menaungi wilayah tersebut sehingga terbangun taksu yang meniscayakan semua potensi berkembang maksimal,” ungkapnya.

Cok Ace juga menjelaskan tentang ‘taksu’ yang merupakan kekuatan intrinsik yang tidak tampak (niskala), tetapi menentukan keberhasilan segala yang tampak (sakala). Taksu memastikan setiap potensi dapat berkembang optimal, jika dan hanya jika, ia dikembangkan dalam ruang yang tepat.

“Oleh karena itu, seluruh program pembangunan Bali harus dimulai dengan menggali taksu setiap wilayah, dan Padma Bhuwana menyediakan konsepsi untuk itu. Bagaimana membangun wilayah Timur, Selatan, Barat, Utara, dan Tengah, haruslah disesuaikan dengan taksu menurut spirit kedewataan yang menguasainya,” bebernya. alt

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *