Bali ‘Hattrick’ Championship Digitalisasi Daerah

oleh -148 Dilihat
(Ki-Ka) Pj Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana, Wagub Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace), Gubernur Koster, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Trisno Nugroho, dan Direktur Utama BPD Bali, Nyoman Sudharma di Jayasabha, Senin (19/12).

DENPASAR, POS BALI – Bali berhasil meraih tiga penghargaan sekaligus (hattrick) dalam ajang Championship Digitalisasi Daerah 2022. Yakni juara I Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Provinsi terbaik regional Jawa – Bali, juara I TP2DD Kabupaten terbaik regional Jawa – Bali, serta BPD Bali sebagai Bank Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) terbaik secara nasional.

Gubernur Bali Wayan Koster mengungkapkan, TP2DD telah dibentuk sejak awal tahun 2021 di provinsi dan 9 kota/kabupaten di Bali. Kata dia, Pemerintah Provinsi Bali sangat concern terhadap digitalisasi karena meyakini bahwa digitalisasi akan mendorong transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan pemerintah daerah, sehingga Bali dapat pulih lebih cepat dan bangkit lebih kuat.

“Dengan sinergi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia Bali dan BPD Bali, tingkat digitalisasi di provinsi Bali dan seluruh kota/kabupaten di Bali berhasil mendapat predikat dengan status Digital,” kata Koster di Jayasabha, Denpasar, Senin (19/12) kemarin.

Menurutnya, predikat status digital tersebut didapatkan pemerintah daerah di Bali karena penerimaan pajak daerah di Bali telah 100% diterima melalui kanal non tunai sedangkan penerimaan retribusi daerah di Bali sudah 66% diterima melalui kanal non tunai dan sisa 34% diterima secara tunai per Juni 2022.

Capaian tersebut, lanjut dia, didukung oleh program unggulan TP2DD Provinsi Bali yaitu Virtual Account Samsat (VAST) yang fokus kepada pelayanan pembayaran pajak kendaraan bermotor sehingga masyarakat Bali dapat membayar pajak kendaraan bermotor secara non tunai, cepat dan mudah.

“Selain itu, digitalisasi pembayaran retribusi berbasis QRIS juga telah diterapkan di banyak sektor yaitu retribusi pelayanan kesehatan, retribusi pemakaian kekayaan daerah, retribusi tempat penginapan, retribusi tempat rekreasi dan olahraga, retribusi penjualan produksi usaha daerah, dan retribusi izin usaha perikanan,” lanjutnya.

Dia menambahkan, pencapaian tersebut juga sejalan dengan akselerasi digitalisasi sistem pembayaran ritel berbasis Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) yang sangat cepat diadopsi oleh masyarakat Bali. Dari sisi supply, jumlah merchant yang menyediakan opsi pembayaran QRIS di Bali pada buIan Oktober 2022 tercatat sebanyak 544.809 merchant atau tumbuh 38% (ytd). Sedangkan dari sisi demand, jumlah penduduk Bali yang telah aktif sebagai pengguna QRIS tercatat sebanyak 609.343 user atau tumbuh 197% (ytd).

Hal tersebut, jelas dia, juga menjadikan Provinsi Bali masuk ke dalam 10 besar pengguna ORIS terbanyak sekaligus menjadi provinsi dengan implementasi ORIS terbaik wilayah Jawa – Bali pada Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2022.

Dia menegaskan, digitalisasi memiliki peranan kunci untuk mempercepat pemulihan ekonomi Bali. Sejalan dengan Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru, pemerintah Provinsi Bali melalui TP2DD selalu berupaya untuk mengakselerasi transformasi digital.

“Digitalisasi telah terbukti mampu meningkatkan Penerimaan Asli Daerah (PAD) Bali yang akan memberikan manfaat bagi roda perekonomian di Bali. Kedepannya, digitalisasi di Bali harus lebih digencarkan dan diperluas di seluruh sektor,” pungkasnya. alt

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *