Mantan Wali Kota Denpasar Made Suwendha Berpulang

oleh -314 Dilihat
Wali Kota Denpasar pertama, Drs. I Made Suwendha

Yatim di Usia 5 Tahun, Almarhum Anak Pejuang Kemerdekaan RI

DENPASAR, POS BALI – Wali Kota Denpasar pertama, Drs. I Made Suwendha (80), berpulang pada Minggu (18/12) malam. Almarhum yang merupakan Wali Kota Denpasar periode 1992 – 1997, meninggal dunia akibat henti jantung di RSUD Badung.

Kabar meninggalnya mantan Wali Kota Denpasar itu dibenarkan oleh Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai. “Menurut informasi yang kami terima, jenazah beliau masih dititipkan di RSUD Badung,” kata Dewa Rai, Senin (19/12) siang.

Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, yang ditemui di sela-sela tugas dinasnya, Senin (19/12), menyampaikan dukacita yang mendalam atas berpulangnya Wali Kota pertama tersebut.

“Atas nama pribadi serta jajaran Pemerintah Kota Denpasar serta masyarakat Kota Denpasar, kami menyampaikan duka cita mendalam atas berpulangnya Bapak I Made Suwendha. Semoga beliau menyatu dengan Brahman, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ucapnya.

Sementara itu, pihak keluarga yakni keponakan dari almarhum, I Made Gede Putra Wijaya menuturkan, jenazah akan dibawa pulang dari RSUD Mangusada, Kapal pada Selasa (20/12) pagi.

“Akan dilakukan upacara mekingsan di geni pada Rabu (21/12) di Gerih, Badung,” ungkapnya saat dihubungi melalui sambungan telepon kepada POS BALI.

Putra Wijaya menuturkan, almarhum merupakan anak yatim. Ayahandanya, I Made Mirib gugur dalam perjuangan merebut kemerdekaan.

“Ayahanda dari almarhum seorang pejuang yang tertembak NICA tahun 1946, dan meninggal tahun 1947, nisannya ada di Margarana,” tuturnya.

Menurutnya, almarhum sejak kecil usia 5 tahun sudah ditinggal ayahnya. Almarhum kemudian ditampung di Yayasan Kebaktian Proklamasi, dan di sekolahkan di Kreneng.

“Waktu itu beliau diasuh oleh Pak Cilik dan Men Suri. Kemudian disekolahkan ke Lombok KDC yang sekarang menjadi berubah IPDN,” bebernya.

Disampaikan, almarhum juga sempat menjadi pegawai di Pemprov Bali. Sebelumnya, almarhum juga sempat menjadi Camat Abiansemal, Camat Kuta, dan berkarir di Pemda Badung hingga terpilih dan ditunjuk menjadi Wali Kota Administratif.

“Di tangan beliau lah yang menjadikan Kota Administratif ini berubah menjadi Kota Madya itu tanggal 27 Februari 1992 dengan wali kota pertama beliau. Jadi beliau menjadi Wali Kota Denpasar dari tahun 1992 sampai dengan 1997,” ungkapnya.

Dikatakan, sosok almarhum sendiri sedikit bicara, dan pekerja keras, ulet, disegani baik di keluarga maupun di masyarakat karena banyak membantu. “Saya masih ingat betul nasihat beliau. Yakni bekerja sesuai kemampuan, profesional dan proporsional,” ujarnya.

Putra Wijaya mengungkapkan, dirinya banyak dibentuk oleh almarhum, sehingga seperti sekarang ini. “Jadi kalau mau berkecimpung di pendidikan ya ambilah pekerjaan itu sebaik-baiknya dan professional, makanya saya tidak bergeser dari hal itu, saya bergerak di bidang pendidikan ya disitu saja. Meskipun saya paham yang lain, tapi saya tidak ikut berkomentar,” pungkasnya.

Drs. I Made Suwendha merupakan Wali Kota Madya Denpasar dengan masa jabatan tahun 1992 hingga 1997. Suwendha menjadi Wali Kota Denpasar pertama, karena sebelumnya bernama Wali Kota Administratif (Walikotif) Denpasar. Ia menggantikan Drs. A.A. Ngurah Gede Agung yang merupakan Walikotif Denpasar tahun 1987-1991.

Suwendha merupakan birokrat asal Desa Gerih, Kecamatan Abiansemal, Badung. Ia mulai menjadi Wali Kota Denpasar sejak tanggal 27 Februari 1992, saat itu Denpasar berubah status dari Kota Administratif menjadi Kota Madya. I Made Suwendha diangkat menjadi Wali Kota pertama melalui pemilihan di DPRD Kota Denpasar. Sebelum menjadi Wali Kota, Suwendha adalah pejabat di Pemkab Badung. rap/alt

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *