Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru

oleh -145 Dilihat
Suasana pidato akhir tahun 2022 dan menyambut tahun baru 2022, di panggung terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Bali di Denpasar, Jumat (30/12).

Pidato Akhir Tahun 2022 dan Menyambut Tahun Baru 2023

DENPASAR, POS BALI – Tahun 2022 merupakan Tahun keempat kepemimpinan Gubernur Bali Wayan Koster Wakil Gubernur, Tjok Oka Sukawati (Cok Ace). Sampai tahun 2022, atas kerja ekstra keras berbagai kemajuan dan pencapaian kinerja pembangunan Bali sebagai implementasi Visi: Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru, benar-benar telah diwujudkan secara nyata.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Bali Wayan Koster dalam pidato akhir tahun 2022 dan menyambut tahun baru 2022, di panggung terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Bali di Denpasar, Jumat (30/12).

“Kita mampu menangani Pandemi Covid-19 dengan strategi paling efektif, sehingga Provinsi Bali meraih kategori terbaik, begitu juga pencapaian vaksinasi termasuk vaksinasi booster (lebih dari 80%), Bali merupakan Provinsi kategori tercepat dan tertinggi di Indonesia,” ungkapnya.

Menurutnya, sejalan dengan kinerja penanganan pandemi Covid-19 yang efektif dan pencapaian vaksinasi yang tinggi, Bali kembali dipercaya menjadi daerah yang nyaman, aman, dan kondusif untuk dikunjungi oleh wisatawan domestik dan mancanegara. Bahkan, dirinya berani menerapkan kebijakan tanpa karantina mulai 7 Maret 2022, pertama di Indonesia atas persetujuan Pemerintah Pusat.

Pada saat bersamaan, Koster membeberkan bahwa dia juga terus melakukan komunikasi dan lobi secara intensif dengan Pemerintah Pusat agar diijinkan menambah penerbangan internasional langsung ke Bali, saat ini sudah mencapai 29 maskapai, karena sangat diharapkan oleh pelaku usaha pariwisata. Kebijakan tanpa karantina dan banyaknya penerbangan internasional ke Bali inilah yang menjadi momentum baru pemulihan pariwisata Bali.

Kata dia, dampaknya langsung terlihat, sampai bulan Desember tahun 2022 ini, kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara ke Bali terus meningkat. Berdasarkan data dari Angkasa Pura I, sampai saat ini rata-rata kedatangan wisatawan domestik sekitar 12.000 per hari dan wisatawan mancanegara sekitar 11.000 per hari, dengan kecenderungan terus meningkat. Sejak Januari sampai tanggal 28 Desember 2022, jumlah wisatawan domestik sebanyak 3,9 juta orang (37,1% dari situasi normal pada tahun 2019), dan jumlah wisatawan mancanegara sebanyak 2,3 juta orang (36,5% dari situasi normal pada tahun 2019).

“Astungkara berkat restu Alam Bali, pemberlakuan kebijakan tanpa karantina, yang diiringi meningkatnya interaksi wisatawan dengan masyarakat Bali, sampai saat ini, pandemi Covid-19 di Bali tetap dapat dikelola dengan baik dan terkendali, yang sebelumnya dikhawatirkan banyak pihak,” ungkapnya.

Dia menambahkan, pulihnya pariwisata Bali berdampak langsung pada pemulihan perekonomian Bali, secara bertahap bangkit kembali. Hal ini ditandai dengan data dinamika perekonomian Bali dalam masa pandemi Covid-19 oleh Badan Pusat Statistik. Pada tahun 2020, mengalami pertumbuhan negatif (kontraksi) dengan rata-rata sebesar -9,31% dan pada tahun 2021 masih mengalami pertumbuhan negatif (kontraksi) dengan rata-rata sebesar -2,47%. Pada tahun 2022 ini, perekonomian Bali sudah tumbuh positif: pada triwulan I mengalami pertumbuhan sebesar 1,43%; pada triwulan II sebesar 3,05%; dan triwulan III sebesar 8,09% (YoY).

Lanjutnya, pemulihan pariwisata dan perekonomian Bali yang jauh lebih cepat dan lebih tinggi, merupakan suatu lompatan yang melampaui target yang telah ditentukan. Lompatan ini mendapat apresiasi dari banyak pihak di dalam negeri dan dunia internasional. Kini, seluruh pelaku usaha pariwisata di Bali telah tersenyum berseri kembali; hunian hotel sudah penuh, restoran ramai pengunjung, juga objek wisata dikerumuni lagi. “Titiang telah mendapat laporan dari pelaku usaha pariwisata, mulai Desember 2022 sampai Maret 2023, pemesanan kamar hotel semakin meningkat,” tandasnya.

Momentum Penting Presidensi G20

Momentum yang sangat penting dan pertama kali dilaksanakan di Bali adalah pertemuan puncak Presidensi G-20 pada tanggal 15-16 November 2022. Pertemuan G20 dihadiri 17 kepala negara g-20, 3 menteri luar negeri wakil kepala negara G-20, 9 kepala negara undangan, serta 14 pemimpin organisasi/lembaga internasional.

“Sebagai gubernur, oleh pemerintah pusat titiang diajak terlibat aktif menyiapkan infrastruktur dan sarana-prasarana untuk mendukung kelancaran Presidensi G-20 dengan anggaran lebih dari Rp 800 miliar sepenuhnya bersumber dari APBN. Titiang juga diberi kehormatan untuk menyambut kedatangan dan melepas kepala negara dan tamu negara yang menghadiri pertemuan Presidensi G-20,” tutur Koster.

Semua Kepala Negara dan Tamu Negara yang hadir menyampaikan kesan bahwa Pertemuan Presidensi G-20 di Bali: penyelenggaraan dan hasilnya sukses luar biasa, excellence, Alam Bali sangat indah, keramahtamahan masyarakat Bali sangat tinggi, dan Budaya Bali sangat unik. Sukses luar biasa Pertemuan Presiden G20 ditandai tercapainya kesepakatan Deklarasi Bali yang bersejarah.

Dikatakan, adanya G20 nama Bali semakin harum dan menggema, menjadi pusat perhatian dunia. Bali meneguhkan diri sebagai Bali Padma Bhuwana: Bali Pusat Peradaban Dunia. Sisi lain dari pertemuan puncak Presidensi G-20, berhasil mempromosikan endek Bali, yang dipakai oleh semua kepala negara dan tamu negara pada gala dinner tanggal 15 November 2022.

“Anugerah luar biasa dari alam Bali, bahwa pada gala dinner di ruang terbuka Garuda Wisnu Kencana berlangsung dalam suasana cuaca cerah, tidak turun hujan, walau di banyak tempat terjadi hujan lebat. Masalah cuaca dan kemungkinan terjadinya hujan, menjadi kekhawatiran besar, sehingga dibahas pada setiap rapat persiapan acara,” ujarnya.

Dia menjelaskan, rangkaian pertemuan presidensi G-20 berkontribusi besar dalam percepatan pemulihan pariwisata dan perekonomian Bali. Selain itu, pertemuan presidensi G-20 merupakan promosi luar biasa untuk Bali di dunia internasional.

Bali Siap Jadi Tuan Rumah WWF ke 10

Gubernur Bali Wayan Koster menuturkan bahwa dirinya menghadiri acara United Nations, Groundwater Summit 2022, tanggal 7-8 Desember 2022, di Markas Besar UNESCO, Paris.

Dalam kesempatan itu, Koster memastikan bahwa Bali sangat siap menjadi tuan rumah penyelenggaraan World Water Forum (WWF) ke-10, tanggal 18-24 Mei tahun 2024 yang merupakan pertemuan sangat besar, dan akan dihadiri lebih dari 30.000 orang peserta.

“Pada saat memberi sambutan, secara khusustitiang memperkenalkan arak Bali, sebagai minuman yang diproses secara tradisional, cita rasa dan kualitasnya tidak kalah dengan sake-Jepang, soju-Korea, dan whiskey-Eropa,” tutur Koster.

Diakhir acara, lanjut dia, dilaksanakan cocktail party dengan Arak Bali.Para peserta dari berbagai negara memberi respon bahwa ternyata memang Arak Bali lezat dan berkualitas.

“Selain itu, titiang bersama Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ibu Putri Koster, melakukan pertemuan dengan Manajemen Rumah Mode Christian Dior untuk menindaklanjuti kerja sama antara Pemerintah Provinsi Bali dan Christian Dior berkaitan dengan penggunaan Endek Bali,” ujarnya.

Koster juga membeberkan bahwa telah disepakati, Christian Dior akan berkunjung ke Bali, kemudian akan mengundang para IKM/UMKM Bali untuk mengikuti pelatihan di Rumah Mode Christian Dior tahun 2023. Pada kesempatan itu juga, Ketua Dekranasda Provinsi Bali, menyelenggarakan fesyen, menampilkan busana berbahan tenun endek Bali/tenun tradisional Bali, hasil karya 4 designer muda asli Bali,” bebernya.

Menurutnya, acara fesyen yang didukung oleh BPD Bali, Perusda Bali, dan balimall.id, serta difasilitasi Duta Besar Indonesia untuk Paris berlangsung dengan sangat sukses dan mendapat apresiasi dari perwakilan Christian Dior yang secara khusus hadir pada acara tersebut. “Inilah aksi nyata, untuk mengangkat kekuatan produk lokal Bali dihadapan masyarakat internasional, seperti arak Bali dan endek Bali, sehingga naik kelas,” pungkasnya.

Pembangunan Infrastruktur Monumental, Fundamental, dan Bersejarah

Meskipun ada hambatan keterbatasan anggaran di masa pandemi Covid-19, Gubernur Bali Wayan Koster mengakut bersyukur. Karena, sepanjang tahun 2022, pembangunan infrastruktur dan sarana-prasarana strategis yang monumental, fundamental, dan bersejarah yang memerlukan anggaran sangat besar tetap berlangsung. Bahkan, sebagian sudah selesai.

Koster menyebut, pembangunan tersebut yakni pembangunan pelindungan kawasan suci Besakih di Karangasem, pembangunan kawasan Pusat Kebudayaan Bali di Klungkung, pembangunan jalan shortcut Singaraja-Mengwi, pembangunan Pelabuhan Sanur di Denpasar, Pelabuhan Sampalan di Nusa Penida, dan Pelabuhan Bias Munjul di Nusa Ceningan, pembangunan Turyapada Tower KBS 6.0 Kerthi Bali di Buleleng, pembangunan Bendungan Tamblang di Buleleng, dan pembangunan Tol Jagat Kerthi Bali.

Dalam kesempatan itu, Koster juga menyampaikan pencapaian pembangunan Bali pada periode pertama kepemimpinannya bersama Wakil Gubernur, Bapak Tjok Oka Sukawati. Yakni mencakup 5 bidang prioritas, yang sebagian merupakan kelanjutan pembangunan bersifat reguler yang merupakan pelaksanaan urusan dan kewenangan Pemerintah Provinsi.

“Khususnya dalam bidang pendidikan, guna meningkatkan daya tampung dan mutu pendidikan, Titiang telah dan sedang membangun sebanyak 17 SMA/SMK baru, guna meningkatkan layanan siswa baru yang diterima,” ungkapnya.

Selain itu, mulai tahun 2023, Koster juga akan memberlakukan kebijakan baru memberikan bantuan biaya pendidikan dan perlengkapan siswa kepada 10.000 siswa miskin/sangat miskin dan bantuan biaya pendidikan kepada 500 mahasiswa miskin di seluruh Bali dengan anggaran sebesar Rp 21,2 miliar.

Kebijakan Baru Gubernur Koster

Dengan itikad dan tekad kuat, Gubernur Bali Wayan Koster membeberkan bahwa dia menyelenggarakan kebijakan dan program baru yang bersifat genial, original, inovatif, visioner, fundamental, monumental, dan bersejarah.

Menurutnya, keseluruhan kebijakan dan program baru dimaksud berdampak luas pada perubahan tatanan kehidupan masyarakat Bali, menjadi sumber penghidupan baru masyarakat Bali, bersifat produktif yang secara langsung meningkatkan kapasitas dan nilai tambah ekonomi lokal Bali, serta meningkatkan kesejahteraan dan kebahagiaan masyarakat Bali niskala-sakala.

“Kebijakan dan Program Baru dimaksud, merupakan implementasi visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru,” kata Koster.

Dia menyebut, kebijakan itu mencakup: penguatan dan pemajuan adat – budaya; pelindungan kekuatan dan keindahan alam Bali; transformasi perekonomian dengan Ekonomi Kerthi Bali; mendorong penggunaan produk lokal Bali; pemajuan pendidikan dan SDM Bali Unggul; menjadikan Bali Pulau Digital; mempercepat pembangunan infrastruktur strategis monumental; dan menyelenggarakan Bali Good Governance.

“Kebijakan dan program baru ini benar-benar merupakan sesuatu yang esensial: dari sebelumnya hanya wacana akhirnya terwujud nyata; dari tidak mungkin menjadi mungkin; dari tidak pernah ada menjadi nyata; bahkan dari yang sama sekali tidak pernah terpikirkan, kini hadir di depan mata memberi masa depan baru,” bebernya.

Dikatakan, pencapaian seluruh kebijakan dan program baru dimaksud, atas restu alam Bali. “Astungkara telah diwujudkan secara nyata dalam 44 tonggak penting, yang titiang berikan nama 44 Tonggak Peradaban sebagai Penanda Bali Era Baru,” tegasnya.

Koster memastikan bahwa seluruh kebijakan dan program baru yang mewujud dalam 44 tonggak penting, terlaksana secara sistematis, masif, menyeluruh, permanen dan berkelanjutan, karena telah membuat 47 bentuk regulasi berupa Peraturan Daerah dan Peraturan Gubernur, serta dilengkapi dengan Surat Edaran Gubernur Bali.

“Seluruh capaian Kebijakan dan Program Baru ini, sepenuhnya titiang dedikasikan dan wariskan kepada seluruh krama dan generasi penerus Bali dalam menjaga keseimbangan alam, krama, dan kebudayaan Bali, genuine Bali; memenuhi kebutuhan, harapan, dan aspirasi krama Bali dalam berbagai aspek kehidupan; dan mengantisipasi munculnya permasalahan dan tantangan baru dalam tataran lokal, nasional, dan global di masa yang akan datang,” pungkasnya.

Pencapaian 44 Tonggak Peradaban Penanda Bali Era Baru

Pencapaian 44 Tonggak Peradaban Penanda Bali Era Baru akan mewujudkan Bali berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.

Menurutnya, kebijakan dan program tersebut mendapat respon, apresiasi, pengakuan, dan penghargaan dari masyarakat, pemerintah, dan lembaga. Yakni: Nilai BB (Baik Sekali) untuk pelaksanaan program Reformasi Birokrasi dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, tahun 2021; Penghargaan katagori Sangat Baik dalam penerapan Sistem Merit, dari Komisi Aparatur Sipil Negara, tahun 2021; Penghargaan Peringkat I Badan Kepegawaian Negara AWARD dalam Implementasi Penilaian Kinerja, tahun 2021; Penghargaan Peringkat I Badan Kepegawaian Negara AWARD tahun 2021 dalam Komitmen Pengawasan dan Pengendalian; Kategori Tinggi dari 16 Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah yang menjadi proyek percontohan dalam Indeks Kode Etik dan Kode Perilaku Aparatur Sipil Negara, oleh Komisi Aparatur Sipil Negara, tahun 2022.

Berikutnya; Rangking Pertama dalam Penilaian Kualitas Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi dari 34 Provinsi di Indonesia dan semua Kementerian/Lembaga, dari Komisi Aparatur Sipil Negara, tahun 2021; Anugerah Kualitas Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi kategori Sangat Baik, dari Komisi Aparatur Sipil Negara, tahun 2022; Pencapaian Angka Terendah jumlah Stunting sebesar 10,9% tahun 2021, dan sebesar 8,9% tahun 2022 dari 34 Provinsi di Indonesia, dari Kementerian Kesehatan RI, tahun 2021; Peringkat Terbaik Pertama Pengelola Program Indonesia Pintar, dari 34 Provinsi di Indonesia, oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, tahun 2022; Penghargaan Kepatuhan Standar Pelayanan Publik Terbaik 2, kategori Provinsi dengan nilai 94,01, oleh Ombudsman RI, tahun 2022.

Kemudian: Penghargaan khusus atas Pemenuhan Maklumat Pelayanan dan Layanan Kompensasi oleh Ombudsman RI, tahun 2022; Innovation Government Award dengan Predikat Terinovatif, oleh Kemendagri RI, tahun 2022; Penghargaan dalam Percepatan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD), oleh Bank Indonesia, tahun 2022; Satu-satunya Provinsi memperoleh kategori Sangat Baik, dengan indeks 3,68 dalam penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik dari 34 Provinsi di Indonesia, oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, tahun 2021; Penghargaan sebagai Provinsi Terbaik Pembina HAM Kabupaten/Kota, oleh Kemenkumham RI, tahun 2022; Penghargaan sebagai Provinsi Terbaik I dalam Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum Nasional, oleh Kemenkumham RI, tahun 2022.

Selanjut; Penghargaan karena Berperan Aktif Dalam Memacu Pertumbuhan Kreativitas dan Inovasi Kekayaan Intelektual Dalam Rangka Pemulihan Ekonomi Nasional, oleh Menkumham RI, tahun 2022. Penghargaan yang sama juga diberikan kepada Dekranasda Provinsi Bali; Urutan Teratas dalam Indeks Keterbukaan Informasi Publik dengan skor 83,15 tahun 2021 dan Urutan Kedua dengan skor 80,99 tahun 2022, dari 34 Provinsi di Indonesia, Oleh Komisi Informasi Pusat RI; Anugerah Keterbukaan Informasi Badan Publik, Predikat Informatif dengan nilai 92,20 tahun 2020, nilai 96,32 tahun 2021, dan nilai 97,72 tahun 2022, oleh Komisi Informasi Pusat RI; Nilai BB (Baik Sekali) untuk Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, tahun 2021.

Lanjut: Peringkat Terbaik dalam Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional, dari 34 Provinsi di Indonesia, oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, tahun 2022; Penghargaan Kompetisi Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik pada kategori Instansi Pemerintah (IP) Umum, oleh MENPAN-RB RI, tahun 2022; Opini Wajar Tanpa Pengecualian dengan kualitas semakin baik dalam tata kelola keuangan daerah dari BPK RI, 9 kali berturut-turut sampai tahun 2021; Peringkat Pertama Kategori Pemerintah Provinsi dalam Capaian Indeks Pencegahan Korupsi (MCP), oleh KPK RI, tahun 2020, 2021, dan 2022; Peringkat I kategori Pemerintah Provinsi dalam Survei Penilaian Integritas (SPI) dengan Indeks 78,82, oleh KPK RI, tahun 2022; Penghargaan Apresiasi atas Komitmen dan Kontribusi dalam Strategi Nasional Pencegahan Korupsi melalui Pelaksanaan Aksi Pengadaan Barang dan Jasa Berbasis Elektronik (Implementasi Katalog Lokal), oleh KPK RI, tahun 2022; dan Pengakuan dari The International Energy Agency (IEA) tahun 2020, terhadap visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” sebagai kebijakan Pemerintah Daerah dalam Menerapkan Pembangunan Rendah Karbon berdasarkan hasil study di 100 kota dari 40 negara.

Penghargaan untuk Gubernur Koster

Gubernur Bali Wayan Koster memperoleh penghargaan dari pemerintah dan lembaga. Antara lain: Penghargaan pelaksanaan PPKM Mikro Terbaik yang Memiliki Strategi Terbaik dan Peran Paling Efektif dalam Tata Kelola Pengendalian Covid-19, dari Bapak Kapolri dan Bapak Panglima TNI, tahun 2021; Penghargaan Khusus Pembangunan Daerah “Bidang Ekonomi Hijau Dan Rendah Karbon”, dari Bapak Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional RI, tahun 2021; Penghargaan Khusus Pembangunan Daerah “Bidang Ekonomi Sirkular”, dari Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional RI, tahun 2022.

Berikutnya Penghargaan People of the Year 2021 untuk kategori Best Governor for Healthcare & Action Against Pandemic, dari MetroTV, tahun 2021; Penghargaan Public Leader Awards 2022 untuk kategori Good Governance, dari Berita Satu, tahun 2022; Penghargaan Indonesia Green Economy Award 2022, kategori Best Leader for Green Economy Implementation Through “Ekonomi Kerthi Bali”, dari Warta Ekonomi.co.id, tahun 2022; Penghargaan sebagai Pelopor Project Intellectual Property & Tourism sebagai Booster Kreativitas dan Inovasi untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Bali, oleh Menkumham RI, tahun 2022; Penghargaan sebagai Tokoh/Pemimpin Teladan Pemajuan Budaya Lokal di Era Disrupsi, oleh iNews, tahun 2022.

“Atas seluruh pencapaian kinerja pembangunan Pemerintah Provinsi Bali, titiang bersama Wakil Gubernur Bali, Bapak Tjok Oka Sukawati menghaturkan suksmaning manah, terima kasih yang setulus-tulusnya kepada: Presiden RI, Bapak Ir. Joko Widodo beserta Kabinet Indonesia Maju; Presiden ke-5, Ibu Megawati Soekarnoputri. Titiang juga matur suksma majeng ring Ida Sulinggih dan Pemangku sareng sami, yang setiap hari ngrastiti bhakti untuk kerahayuan jagat Bali,” kata Koster.

Pihaknya juga menyampaikan terima kasih kepada Ketua, Wakil Ketua, dan Anggota DPRD Bali; Forkompinda Provinsi Bali; Wali Kota/Bupati se-Bali; Sekda dan Kepala Perangkat Daerah, serta Seluruh Pegawai ASN dan Non-ASN Provinsi Bali; Ketua Dekranasda dan TP PKK Provinsi Bali, yang juga Manggala Utama Paiketan Krama Istri; Pimpinan Instansi Vertikal; Majelis Desa Adat Provinsi, Kota/Kabupaten, dan Kecamatan; Tokoh Umat Beragama, Seniman, Budayawan, dan Pekerja Seni se-Bali; Perbekel/Lurah beserta Perangkat Desa, Bendesa Adat beserta Prajuru se-Bali; serta seluruh Perajin, Petani, Nelayan, Pedagang, Buruh, dan masyarakat, termasuk Kaum Marhaen, di mana pun berada atas segala dukungan, partisipasi, dan dedikasinya secara bersama-sama untuk membangun Bali.

“Tahun 2022 telah kita lalui dengan sukses dan penuh anugerah. Mari Kita sambut tahun 2023 sebagai tahun untuk memperkuat komitmen, menyatukan langkah, serta memperkokoh soliditas dan solidaritas. Selanjutnya, titiang mengajak semeton krama Bali sareng sami agar tetap kompak, guyub, bersatu, gilik-saguluk, paras paros, salunglung sabayantaka, sarpanaya, se-ia sekata, seiring sejalan, bekerja sama dengan sama-sama bekerja, gotong-royong, pembantingan tulang bersama, pemerasan keringat bersama, perjuangan bantu-menantu bersama, amal semua buat kepentingan semua, keringat semua buat kebahagiaan semua sebagaimana wejangan Yang Mulia Bung Karno, Proklamator dan Presiden Pertama Republik Indonesia,” ajaknya.

Koster menegaskan bahwa sebagai generasi penerus, maka memikul tanggung jawab besar dan mulia terhadap eksistensi dan keberlanjutan Bali yang dianugerahkan Ida Bhatara Sesuhunan, Leluhur, Lelangit, Ida Dalem/Raja-Raja Bali, dan Guru-Guru Suci.

“Mari solid bergerak memantapkan pencapaian 44 Tonggak Peradaban Penanda Bali Era Baru, di tengah perubahan yang dinamis dalam skala lokal, nasional, dan global. Hanya di tangan Kita-lah sesungguhnya nasib dan masa depan Bali dapat dijaga demi kelangsungan kehidupan generasi mendatang, dari zaman ke zaman, sepanjang zaman,” ajak Koster seraya menyampaikan mewakili masyarakat dan Pemerintah Provinsi Bali mengucapkan Selamat Hari Raya Natal, Hari Raya Galungan dan Kuningan, serta Selamat Tahun Baru 2023. alt

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *