Koster Bangun Bali dengan Niat Baik

oleh -1540 Dilihat
Ketua Yayasan IKIP PGRI Bali, IGB Arthanegara

DENPASAR, POS BALI – Pencapaian 44 Tonggak Peradaban Penanda Bali Era Baru untuk mewujudkan Bali berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan telah terbukti dengan berbagai capaian keberhasilan kerja keras yang dilakukan Gubernur Bali Wayan Koster Wakil Gubernur, Tjok Oka Sukawati (Cok Ace).

Pada tahun 2022 kemarin, yang merupakan tahun keempat kepemimpinan Koster – Ace, sesuai dengan implementasi Visi: Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru, atas kerja ekstra keras berbagai kemajuan dan pencapaian kinerja pembangunan Bali telah berhasil dibangun dan dilakukan dengan baik.

Meskipun ada hambatan karena pandemi Covid-19, Koster – Ace telah berhasil membangun infrastruktur dan sarana-prasarana strategis yang monumental, fundamental, dan bersejarah yang memerlukan anggaran sangat besar.

Diantaranya pembangunan pelindungan kawasan suci Besakih di Karangasem, pembangunan kawasan Pusat Kebudayaan Bali di Klungkung, pembangunan jalan shortcut Singaraja-Mengwi, pembangunan Pelabuhan Sanur di Denpasar, Pelabuhan Sampalan di Nusa Penida, dan Pelabuhan Bias Munjul di Nusa Ceningan, pembangunan Turyapada Tower KBS 6.0 Kerthi Bali di Buleleng, pembangunan Bendungan Tamblang di Buleleng, dan pembangunan groundbreaking Tol Jagat Kerthi Bali.

Menyikapi keberhasilan tersebut, tokoh masyarakat IGB Arthanegara menilai, Koster – Ace memimpin Bali betul-betul dengan niat baik. “Ini sesuai dengan janji beliau saat masa kampanye dulu. Yakni ngayah untuk Bali. Ini betul-betul dijalankan dengan dengan niat baik,” ujarnya kepada POS BALI, Rabu (11/1).

Arthanegara masih ingat betul dengan janji politik Koster – Ace yang terpampang di sudut jalan besar di wilayah Badung. “Baliho itu terpasang di Lukluk bertuliskan ‘Ingin Ngayah untuk Bali’. Sekarang ini sudah terbukti,” tutur Arthanegara yang juga Ketua Yayasan IKIP PGRI Bali ini.

Dalam membangun Bali khususnya dalam pembangunan infrastruktur, lanjut Arthanegara, juga tidak lepas dari pengalaman Koster duduk sebagai DPR RI, yang kini benar-benar terbukti. Koster memiliki hubungan baik dengan pusat, sehingga urusan maupun lobi ke pusat menjadi lebih lancar. Bahkan, program-program pusat mampu diterjemahkan dengan baik di Bali.

“Sudah banyak anggaran pusat yang didapatkan di Bali untuk membangun infrastruktur maupun sarana dan prasarana lainnya. Salah satunya saat G20 kemarin. Berbagai proyek beatifikasi yang memerlukan anggaran besar berhasil dibawa ke Bali. Mulai dari persiapan VVIP Bandara Ngurah Rai, penataan jalan yang dilalui para delegasi, hingga sentuhan hutan mangrove,” bebernya. alt

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *