Suara Genta di Pengukuhan Guru Besar Pertama Universitas Mahadewa

oleh -454 Dilihat
Ketua Yayasan Arthengara foto bersama dengan Prof. Dr. Drs. Nengah Arnawa, M.Hum., (tengah) dan Rektor Suarta.

DENPASAR, POS BALI – Tetabuhan gong menggema di aula lantai III, Gedung Serbaguna Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI), Selasa (24/1) pagi.

Sejurus kemudian terdengar dentingan suara genta, yang tampak mengawali kehadiran jajaran Rektorat UPMI memasuki aula ini.

Rupanya, keluarga besar Universitas Mahadewa ini menggelar Pengukuhan Guru Besar Prof. Dr. Drs. Nengah Arnawa, M.Hum.

Arnawa menjadi guru besar tetap bidang ilmu linguistik, profesor pertama di Kampus UPMI yang terletak di Jalan Seroja No.57, Tonja, Denpasar.

Rektor UPMI, Dr. I Made Suarta, SH., M.Hum., menyampaikan, selamat dan sukses kepada Prof Arnawa yang telah berhasil meraih gelar akademik tertinggi.

Secercah harapan dia sampaikan, upacara pengukuhan guru besar di UPMI ini berkelanjutan. Yakni, lahir guru besar berikutnya di masa mendatang.

Menurutnya, ada banyak calon profesor di UPMI, yang siap menempuh jenjang ini.

“Gelar guru besar ini sudah lama ditunggu oleh citivitas UPMI maupun alm Bapak Drs Redha Gunawan. Guru besar ini sudah lama diimpikan, dan akhirnya menjadi kenyataan. Ibarat oase di padang pasir, jadi penyejuk kehausan,” ungkapnya.

Lanjutnya, dalam meraih gelar ini tentunya penuh perjuangan, pengorbanan, kerja keras, keuletan, hingga semangat pantang menyerah.

“Saya tahu bagaimana beliau berjuang. Tidak sedikit pun kedar. Terus maju pantang menyerah, yang hasilnya perjuangan itu menuai hasil yang luar biasa,” tuturnya.

Ketua Yayasan IKIP PGRI Bali, IGB Arthanegara menyampaikan rasa syukur atas dikukuhkannya guru besar tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini merupakan usaha yang penuh suka duka, pahit getir, hingga cobaan dan lika-liku yang tidaklah mudah.

“Astungkara perjalanan berhasil dan tercapailah jabatan akademik tertinggi yang menjadi idam-idaman setiap insan dosen,” ujarnya.

Dikatakan, UPMI memiliki dosen bergelar doktor sebanyak 34 orang, sedangkan 11 dosen kini sedang menempuh pendidikan S3.

“Ini potensi besar untuk menghantarkan UPMI bersanding lebih terhormat lagi dengan perguruan tinggi lainnya,” harapnya.

Sementara itu, Kepala LLDikti Wilayah VIII Bapak Dr. Ir. I Gusti Lanang Bagus Eratodi, S.T., M.T., melalui perwakilannya berharap, tahun ini semakin banyak dosen yang meraih guru besar.

“Raihan guru besar ini saya harap menjadi tonggak baru restorasi profesor di UPMI, sehingga mampu lebih banyak dalam menghasilkan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Jadi yang sudah doktor saya harap segera mengusulkan untuk meraih guru besar,” pungkasnya.

Dalam orasi ilmiah, Prof Arnawa membeberkan tentang inferensi kebenaran tindak ujar performatif. Menurut dia, kemampuan berbahasa merupakan salah ciri pembeda manusia dengan makhluk lain.

“Keterampilan menginferensi atau menyimpulkan maksud tindak ujar performatif bertumpu pada dua hal pokok. Yakni kompetensi dan performansi. Kompetensi lebih pada upaya sadar penguasaan kaidah gramatikal yang memungkinkan seseorang dapat menggunakan bahasa,” ujarnya. alt

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *