Tiang Beranak Pinak Kotori Keindahan Jalur Wisata, Satpol PP Bali Segera Panggil Provider

oleh -152 Dilihat
Tiang provider yang tampak beranak pinak, lengkap dengan kabel semrawut

DENPASAR, POS BALI – Tiang provider penyedia internet beranak pinak di jalur – jalur menuju kawasan wisata. Tak hanya itu, beberapa untaian kabel pun tampak semrawut, melintang di depan bangunan, hingga menjuntai ke tanah.

Ironisnya, pemandangan itu, kini menjadi hal lumrah menuju kawasan wisata yang ada di Kota Denpasar maupun di Kabupaten Badung.

Kasatpol PP Provinsi Bali, Dewa Nyoman Rai Dharmadi tak menampik kondisi tersebut. Dijelaskan, di era digitalisasi ini kebutuhan internet khususnya Wi-Fi sangat tinggi di masyarakat.

Tak hanya untuk kebutuhan layanan internet di objek wisata, seperti hotel, restoran, hingga tempat umum lainnya, rumah tangga pun kini menggunakan jasa layanan Wi-Fi untuk mengakses internet. Kendati demikian, pihaknya sangat menyayangkan kondisi tersebut.

“Tentu ini sangat berpotensi merusak citra wisata Bali. Karena disamping pariwisata budaya, Bali juga yang terkenal dengan keindahan alamnya. Bahkan, ada ungkapan every corner is kodak moment. Artinya, setiap sudut di Bali itu sangat bagus untuk diabadikan dengan kamera,” ungkapnya di Denpasar, Senin (23/1).

Menurutnya, beberapa wacana telah digulirkan untuk menyikapi fenomena bak jamur di musim hujan itu.

Dari informasi yang didapatkannya, di wilayah Kota Denpasar sendiri, sejak November tahun 2021, Dinas PUPR Pemerintah Kota Denpasar tidak lagi mengeluarkan rekomendasi teknik (rekomtek) untuk pemasangan tiang penyangga kabel internet.

Hal ini, lanjut dia, untuk menyikapi wacana tiang bersama, sehingga tidak beranak pinak dan merusak wajah kawasan destinasi wisata.

“Dalam waktu dekat, kami akan panggil provider yang ada untuk dimintai keterangan, dan juga meminta mereka untuk merapikan kabel-kabel yang semrawut,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang warga yang tinggal di Kebo Iwa Denpasar mengeluhkan pemasangan tiang internet di depan pintu rumahnya.

Selain tanpa izin, pemasangan tiang itu juga merusak taman yang dia tata. Tak hanya itu, kabel pun semrawut, melintang di depan rumahnya. Ironisnya, kabel-kabel itu sudah sempat menyengat warga. Syukurnya tidak terjadi korban jiwa. alt

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *