Arak Bali Bukan Untuk Mabuk-mabukan

oleh -165 Dilihat

DENPASAR, POS BALI – Alkohol dengan dosis kecil, akan mampu menstimulasi peredaraan darah. Tapi kalau sudah berlebihan, tentu akan memunculkan efek samping yang tidak diharapkan.

 

Hal tersebut disampaikan Rektor Universitas Warmadewa, Prof Dewa Putu Widjana di Denpasar, Selasa (31/1). “Jadi selama orang menggunakan arak Bali dengan dosis yang tepat, pasti bonafitnya sangat banyak,” ungkapnya.

 

Untuk itu, pihaknya mengingatkan agar arak Bali dimanfaatkan dengan benar, dan tidak untuk mabuk-mabukan. Terkait arak Bali campur kopi, menurut dia, akan menambah dari segi citra rasa.

 

“Saya pernah mencoba waktu diundang Bapak Gubernur Koster, saya dikasih kopi dicampur arak, enak lho. Tapi dari sisi klinis saya tidak tahu manfaatnya. Belum ada penelitian,” pungkasnya.

 

Sementara itu, tokoh masyarakat Anak Agung Gede Oka Wisnumurti menilai, Hari Arak Bali sesuai dengan Keputusan Gubernur Bali Nomor 929/03-1/HK/2022, mengangkat citra dan martabat minuman tradisional khas Bali.

 

“Arak Bali ini sudah menjadi ikon, dan bersaing dengan produk luar. Bahkan, sudah tembus pasar dunia. Arak Bali kini menjadi minuman ketujuh sprit dunia,” ungkapnya Wisnumurti yang juga Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Propinsi Bali ini.

 

Dikatakan, perayaan arak Bali ini untuk merayakan keberadaan arak sebagai sesuatu yang diakui dunia, dan telah terbukti memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat, khususnya petani dan juga perajin.

 

“Jangan diplesetkan sebagai hari mabuk-mabukan. Tapi jika dilihat dari fungsional, arak juga sarana upacara. Jadi peredarannya juga harus diawasi agar sesuai ketentuan,” bebernya. alt

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *