Rahina Tumpek Sebagai Tresna Asih

oleh -143 Dilihat
Gubernur Bali, Wayan Koster

DENPASAR, POS BALI – Menyambut Rahina Tumpek Krulut Tahun 2023, Saniscara Kliwon, Krulut, Sabtu (18/2), Pemerintah Provinsi Bali mengeluarkan Instruksi Gubernur (Ingub) Bali Nomor 02 Tahun 2023 tentang Perayaan Rahina Tumpek Krulut dengan Upacara Jana Kerthi.

Dalam siaran pers yang diterima Redaksi POS BALI, Kamis (16/2), Tumpek Krulut sebagai Rahina Tresna Asih/Kasih Sayang Dresta Bali. Untuk itu, sebagai implementasi Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 04 Tahun 2022 tentang Tata-Titi Kehidupan Masyarakat Bali Berdasarkan Nilai-Nilai Kearifan Lokal Sad Kerthi dalam Bali Era Baru, menggelar Perayaan Rahina Tumpek Krulut dengan Upacara Jana Kerthi.

Sebagaimana tersurat dalam Lontar Prakempa dan Aji Gurnita, Otonan Sarwa Tetangguran agar dilaksanakan pada Rahina Tumpek Krulut. “Pada Rahina Tumpek Krulut kita memuja Dewa Iswara dalam manifestasinya sebagai Dewa Keindahan untuk memohon waranugraha agar kita terus menerus diberi kesenangan dan kebahagiaan lahir-batin dalam menjalani roda kehidupan,” kata Gubernur Bali, Wayan Koster.

Dikatakan, selain dengan cara mendengarkan dan memainkan gamelan, rasa senang dalam diri manusia juga dapat dicapai dengan membangun tresna asih/kasih sayang terhadap sesama manusia dan memupuk persaudaraan.

Gubernur Koster mengimbau dan mengajak seluruh komponen masyarakat Bali seperti: instansi vertikal, Wali Kota/Bupati, Majelis Desa Adat, pimpinan lembaga pendidikan, perbekel dan lurah, Bendesa Adat, organisasi kemasyarakatan dan swasta, yowana/generasi milenial serta seluruh masyarakat Bali untuk merayakan Rahina Tumpek Krulut secara niskala dan sekala.

Perayaan Rahina Tumpek Krulut secara niskala dilaksanakan melalui upacara dan persembahyangan sesuai dengan tradisi dan dresta yang telah berlaku di masyarakat. Bagi masyarakat yang memiliki gamelan atau alat musik diimbau untuk mengupacarai gamelan/alat musiknya sebagai wujud syukur atas anugerah Tuhan dalam manifestasinya sebagai Sanghyang Kawiswara.

“Harapannya agar gamelan dan alat musik yang dimiliki dapat memberi kesenangan, kebahagian, dan ketentraman lahir dan batin,” jelasnya.

Secara sakala dilakukan dengan berbagai aktivitas sosial dan kemanusiaan, diantaranya seperti: kunjungan sosial ke panti asuhan, panti wreda, rumah tahanan dan/atau rumah sakit, melaksanakan donor darah, memberi bantuan kesehatan kepada masyarakat miskin, hingga menggelar dan menonton pertunjukan seni (musik, tari, drama, teater) untuk membangun hubungan harmonis antar sesama manusia.

“Dapat juga dilakukan dengan saling memberi ucapan kasih sayang lewat berbagai media, saling memberi/berkirim bunga, souvenir dengan menumpahkan kasih sayang antara anak dengan orang tua, guru dengan murid, atau sesama teman, sahabat, dan pasangan hidup,” pungkasnya. alt

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *