Kontribusi Pariwisata Ciptakan Bali the Best Destination in the World

oleh -147 Dilihat
I Gusti Agung Rai Suryawijaya

DENPASAR, POS BALI – Kendati sebagai destinasi wisata dunia, ternyata Pemerintah Provinsi Bali tidak mendapatkan pendapatan signifikan dari sektor pariwisata. Ironisnya, begitu terjadi masalah, maka pihak Pemerintah Provinsi Bali menjadi sasaran utama.

Disisi lain, Bali yang mengusung tagline ‘Pariwisata Budaya’, tidak memiliki sumber daya alam seperti minyak bumi dan gas seperti provinsi lain yang ada di Indonesia. Hanya keindahan alam, keramahtamahan masyarakat, dan budaya saja yang dimiliki pulau berjuluk The Last Paradise in The World ini.

Untuk itu, menjaga alam, budaya, dan lingkungan secara berkelanjutan menjadi upaya satu-satunya langkah strategis dalam menjaga marwah Bali sebagai destinasi wisata dunia. Sayangnya, sumber APBD Bali hanya dari sektor Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).

Kelompok Ahli Pembangunan Gubernur Bali Bidang Pariwisata, I Gusti Agung Rai Suryawijaya menyampaikan, dalam upaya itu, Gubernur Bali Wayan Koster telah membuat kebijakan Perda No 1 tahun 2020 tentang Kontribusi Wisatawan, dan Pergub No 27 tahun 2020.

Dikatakan, kebijakan ini sebagai bentuk kepedulian dalam upaya menjaga alam, budaya, dan lingkungan Bali, sehingga bisa berkelanjutan. Untuk itu, lanjut dia, wisatawan asing yang datang dan berlibur ke Bali bakal dikenakan kontribusi secara sukarela.

Gung Rai yang juga Ketua Tim Percepatan Kontribusi Pariwisata ini menuturkan, telah melakukan testimoni kepada sejumlah wisatawan. Kata dia, wisatawan menyambut dengan antusias. “Mereka sangat antusias membantu sepanjang kontribusi mereka itu kegunaannya dilakukan secara transparan,” tutur Agung Rai yang juga Ketua PHRI Badung ini.

Dikatakan, Gubernur Koster dalam membangun Bali sesuai dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, menata secara fundamental untuk menciptakan pariwisata yang berkualitas dan bermanfaat. Untuk itu, lanjut dia, perlu kesadaran kolektif untuk menjaga pariwisata budaya yang diusung Bali.

“Dalam empat tahun kepemimpinan Bapak Gubernur Koster, ekosistem pariwisata diperhatikan betul dengan membangun infrastruktur terkoneksi baik itu darat, laut, dan udara. Bahkan, membangun objek wisata, seperti Turyapada Tower, Pusat Kebudayaan Bali, penataan kawasan Besakih, hingga rencana pembangunan paramount di Jembrana. Ini langkah nyata Gubernur Koster untuk menciptakan Bali the Best Destination in the World,” bebernya. alt

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *