Koster – Ace Rayakan Tumpek Krulut

oleh -147 Dilihat
Suasana perayaan Rahina Tumpek Krulut di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Werdhi Budaya Art Centre pada, Sabtu (18/2) petang.

– Ditandai Pemberian Bunga dan Kado ke Istri Tercinta, hingga Hadiah Tresna Asih ke Siswa dan Mahasiswa Berprestasi

DENPASAR, POS BALI – Gubernur Bali, Wayan Koster bersama Istri, Putri Suastini Koster, dan Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati bersama Istri Tjokorda Putri Hariyani Ardhana Sukawati merayakan Rahina Tumpek Krulut yang ditandai dengan pemberian bunga, saling menukar kado dan memberi ucapan tresna asih di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Werdhi Budaya Art Centre pada, Sabtu (18/2) petang.

Perayaan Rahina Tumpek Krulut juga dihadiri Ketua Komisi III DPRD Bali Anak Agung Ngurah Adhi Ardana beserta istri, Kapolda Bali, Irjen. Pol. Putu Jayan Danu Putra, Sekretaris Daerah Provinsi, Dewa Made Indra beserta Istri, Komandan Lanal Denpasar Kolonel Marinir, I Dewa Nyoman Gede Rake Susilo, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Provinsi Bali beserta Istri, dan Bendesa Agung Majelis Desa Adat Provinsi Bali, Kepala Perangkat Daerah Provinsi Bali beserta Istri, para pegawai Pemprov Bali, serta para siswa dan mahasiswa se-Bali. Acara ini dimeriahkan penampilan Artis Pop Bali seperti, Ayu Saraswati, Ary Kencana, Jegeg Bulan, Bagus Wirata, Harmonia, hingga Avara Band.

Gubernur Koster mengucap syukur kehadapan Hyang Widhi Wasa, karena dapat berkumpul dalam acara perayaan Rahina Tumpek Krulut sebagai Hari Kasih Sayang/Tresna Asih Dresta Bali. “Semoga Kita senantiasa dalam keadaan sehat dan berbahagia lahir-batin. Perayaan Rahina Tumpek Krulut ini dilaksanakan sebagai implementasi Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 04 Tahun 2022 tentang Tata-Titi Kehidupan Masyarakat Bali Berdasarkan Nilai-Nilai Kearifan Lokal Sad Kerthi dalam Bali Era Baru, yang ditegaskan juga melalui Instruksi Gubernur Bali Nomor 02 Tahun 2023, di mana Pemerintah beserta seluruh masyarakat Bali menyelenggarakan Perayaan Rahina Tumpek Krulut dengan Upacara Jana Kerthi,” ujarnya.

Dikatakan, Tumpek merupakan hari yang sakral, karena pertemuan dua waktu transisi, yaitu: Kliwon waktu terakhir dalam siklus Panca Wara dan Saniscara waktu terakhir dalam siklus Sapta Wara. Tumpek Krulut adalah tumpek yang keempat dari enam tumpek yang ada dalam siklus kalender Bali. Secara filosofis makna perayaan Tumpek Krulut adalah “Menstanakan Dewa Keindahan” dalam diri manusia. Keindahan (lango) banyak terdapat dalam seni gamelan atau musik, yang dipercaya memiliki kekuatan untuk mempengaruhi suasana hati menjadi lebih senang. Oleh sebab itulah para leluhur Bali merayakan Tumpek Krulut sebagai otonan sarwa tetangguran atau berbagai jenis gamelan.

Dia menjelaskan, selain dengan cara mendengarkan dan memainkan gamelan/musik, rasa senang dalam diri manusia juga dapat dicapai dengan membangun tresna asih/kasih sayang terhadap sesama manusia serta melakukan aktivitas kebersamaan. Oleh sebab itulah mulai tahun 2022 yang lalu Pemerintah Provinsi Bali telah menetapkan Tumpek Krulut Sebagai Hari Tresna Asih/Kasih Sayang Dresta Bali.

Secara niskala, lanjut dia, Rahina Tumpek Krulut memuja Dewa Iswara/Kawiswara sebagai Dewa Keindahan, memohon waranugraha agar terus menerus diberi kesenangan dan kebahagiaan. Bagi masyarakat yang memiliki gamelan atau alat musik pada Tumpek Krulut wajib mengupacarai gamelan atau alat musik dilanjutkan dengan persembahyangan sebagai wujud rasa syukur atas anugerah Tuhan. “Secara niskala juga, Pemerintah Provinsi Bali bersama masyarakat Kabupaten Karangasem telah melaksanakan persembahyangan di Pura Gelap, Besakih,” ujarnya.

Secara sakala, jelas dia, melalui perayaan Rahina Tumpek Krulut membangkitkan kesadaran bahwa dalam hidup manusia harus saling mengasihi, saling memberi, saling menyayangi, saling menghormati, serta memupuk rasa persaudaraan. Hindari rasa benci, dengki, dan iri hati, hindari perbuatan saling menghujat, membully, menyakiti, yang berpotensi merusak kebahagiaan. “Mari kita lakukan kegiatan sosial kemanusiaan, seperti kunjungan ke Panti Asuhan, Panti Wreda, dan Rumah Sakit, melaksanakan donor darah, dan pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang membutuhkan,” ajaknya.

Dia menambahkan, selain kegiatan sosial dan kemanusiaan, perayaan Rahina Tumpek Krulut juga dapat dilakukan dengan menggelar dan menonton pertunjukan seni (musik, tari, drama, teater) untuk membangun semangat kebersamaan. Kegiatan untuk membangun hubungan harmonis sesama manusia dapat dilakukan dengan saling memberi ucapan kasih sayang lewat berbagai media, saling memberi bunga/hadiah/kado, saling memberi makanan kesukaan masing masing, dan menumpahkan kasih sayang antara anak dengan orang tua, guru dengan murid, atau sesama pasangan hidup. Semuanya bertujuan untuk membangun keharmonisan, sehingga merasa bahagia dan senang dalam menjalani kehidupan. “Mari kita rawat anugrah kebahagiaan dengan selalu mengedepankan rasa, saling asah, saling asuh, salunglung sabayantaka,” ajaknya.

Mengakhiri sambutannya, Gubernur Koster menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Bali kini telah memiliki pangkalan data Kebudayaan Bali berbasis digital, yang diberi nama Ceraken Kebudayaan Bali (CKB). Melalui Ceraken Kebudayaan Bali, semua data tentang objek Kebudayaan Bali akan disimpan, dilindungi, dan dimutakhirkan secara berkala. “Pada kesempatan yang baik ini, dengan mengucapkan “Om Awighnam Astu Namo Sidham” Saya luncurkan secara resmi Ceraken Kebudayaan Bali. Rahajeng Rahina Tresna Asih. Semoga kesenangan dan kedamaian selalu bersemayam dalam hati,” pungkas Gubernur Koster.

Adapun apresiasi Tresna Asih Gubernur Koster kepada siswa dan mahasiswa di Bali yang berprestasi, yakni diberikan kepada : A.A Ngurah Bagus Sila Dharmana Karang dari Siswa SD Saraswati 6; Neilson Gunawan dari SD Regents School; I Gede Prawira Sutha Adyatama dan I Made Reva Prasetya dari SDN 1 Kesiman; Ni Pt Aprilia Chandrika Malini dari SMPN 1 Gianyar; A.A Gde Anom Putra Asmara dari SMPN 3 Denpasar; Vania Evangelista Evelina Susanto dari SMPN 10 Denpasar; Sang Ayu Rania Callista Astarina dari SMAN 1 Denpasar; Made Meta Setya Dwitania dari SMAN 4 Denpasar; Made Adira Deva Samitra dari SMAN 7 Denpasar; Putu Wia Rosita Dewi dari Universitas Pendidikan Ganesha; Ni Pt Sintia Ika Pratiwi dari Pendidikan Dokter Gigi Unmas Denpasar;  dan Ni Pt Ayu Manikasari dari Universitas Hindu Indonesia. alt

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *