Beras Mahal, Bulog Bali: Dipicu Suplai Petani Berkurang

oleh -139 Dilihat
Kepala Distan, Sunada tampak ikut berbaur dengan petani memanen padi Salibu di Subak Telaga, Banjar Manyar, Ketewel, Gianyar. foto/dok

DENPASAR, POS BALI – Pelan tapi pasti, harga beras di pasaran kini melonjak naik. Tembus Rp14 ribu per kilogram. Bulog Bali mengungkap, kenaikan harga beras itu dipicu suplai dari petani yang berkurang.

Menyikapi kenaikan harga itu, Bulog Bali mengklaim telah melakukan berbagai upaya untuk menstabilkan harga komoditas kebutuhan pokok ini.

Pemimpin Wilayah Bulog Kanwil Bali Budi Cahyanto mengatakan, upaya yang dilakukan Bulog Bali dengan terus menyuplai ke pasar tradisional, kerjasama dengan toko-toko sembako dan juga dengan toko binaan PD Pasar.

“Kami melakukan suplai untuk menjual beras medium SPHP dengan HET maksimum Rp. 9450 per kilogram, dan juga beras premium dengan harga Rp.11.500 per kilogram,” ungkapnya melalui pesan singkat WhatsApp, Senin (20/2).

Selain itu, lanjut dia, juga terus mensuplai ke Warung Binaan Bulog (RPK), hingga melakukan pasar murah. “Ke depan akan kami sediakan beras-beras tersebut di toko-toko modern lokal di Bali maupun di toko berjejaring se-Bali,” jelasnya.

Dikatakan, Bulog juga terus melakukan berbagai skema dan memperluas melalui jaringan-jaringan yang sudah ada dan upaya publikasi, sehingga masyarakat Bali mengetahui keberadaan beras medium SPHP di pasar-pasar tradisional dan juga RPK terdekat.

“Ketersediaan stok saat ini beras di Bali aman, dan sewaktu waktu dapat disuplai dari wilayah lain yaitu Jawa Timur,” pungkasnya. alt

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *