HUT ke-4 RS Mata Ramata, ‘Better Vision, Better Future with Ramata’

oleh -151 Dilihat
Suasana HUT RS Mata Ramata

DENPASAR, POS BALI – Serangkaian kegiatan telah dilakukan RS Mata Ramata untuk memperingati hari ulang tahun (HUT) ke-4 bertajuk ‘Better Vision, Better Future with Ramata’. Mulai dari tirta yatra, bakti sosial, seminar, dan juga workshop.

Hal itu terungkap dalam puncak HUT ke-4 RS Mata Ramata, yang berlangsung di RS tersebut, di Jalan Gatot Subroto Barat No. 429, Denpasar, Bali, Sabtu (11/3).

Acara itu, dihadiri oleh perwakilan dari Pemerintah Kota Denpasar bersama IDI Provinsi Bali, Ketua Perdami Bali, Ketua PERSI Bali, BPJS Kesehatan Cabang Kantor Denpasar, Ketua Fraksi PDI-P Provinsi Bali, Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Dinas Kesehatan Kota Denpasar, serta relasi RS Mata Ramata.

Puncak acara diisi dengan peresmian sekaligus Grand Opening Rumah Sakit Mata Ramata dengan pemotongan pita dan penandatanganan prasasti dilakukan perwakilan Pemerintah Kota Denpasar.

Ketua Panitia, dr. Yenita Khatania Ardjaja, M.Biomed., Sp.M., berharap, melalui HUT ke-4 Rumah Sakit Mata Ramata dapat berkontribusi dalam meningkatkan pelayanan kesehatan mata yang berkualitas, untuk penglihatan dan hidup masyarakat yang lebih baik.

Dikatakan, untuk tirta yatra, keluarga besar RS Mata Ramata melakukan persembahyangan ke Pura Tanah Kilap, Candi Narmada, Pura Besakih, Pura Batur, Pura Melanting, Pura Kerta Kawat, Pura Pulaki, serta Pura Dalem Ped. “Harapannya agar kegiatan yang akan dilaksanakan mendapatkan kelancaran, keselamatan, serta kesuksesan,” tuturnya.

Selain itu, lanjut dia, juga melakukan aksi sosial dengan menyasar sekolah swasta yang ada di Kota Denpasar. “Kami mengadakan kegiatan bakti sosial berupa pemeriksaan mata untuk murid dan guru di sekolah-sekolah swasta sekitar denpasar, yakni SMP Santo yoseph dan Jembatan Budaya School (JB School),” ungkapnya.

Tak berhenti sampai disitu, RS Mata Ramata juga melakukan bakti sosial ke Banjar Sedana Mertha, Ubung. “Ini sebagai wujud nyata RS Mata Ramata untuk ikut berperan aktif dalam mengurangi angka kebutaan akibat katarak di Bali, khususnya Kota Denpasar,” jelasnya.

Sementara itu, terkait seminar dan workshop mengambil tema ‘Kelainan Refraksi dan Penanganannya’. Kegiatan ini, ungkap dia, diikuti sejumlah 38 dokter.

“Untuk seminar dan workshop kali ini tidak hanya mengundang dokter spesialis mata dari Ramata, tetapi juga mengundang DR. dr. Ariesanti Tri Handayani, Sp.M(K)., yang memberikan materi Kacamata untuk Kelainan Refraksi,” pungkasnya. alt

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *