Selaraskan Program Bangga Kencana dalam Percepatan Penurunan Stunting

oleh -169 Dilihat
Kepala BKKBN RI, Harto Wardoyo saat memberikan arahan secara virtual melalui aplikasi zoom.

MANGUPURA, POS BALI – Paduan suara dari penari janger inovatif terdengar menggema di Ballroom Hotel Bali Dynasty Resort, Jalan Kartika Plaza, Kuta Selatan, Badung, Bali, Selasa (14/3).

Tari Bali itu menjadi pembuka dalam pertemuan Tim Kerja Advokasi, Penggerakan dan Informasi (Adpin) Pusat dan Provinsi, bertema “Menyelaraskan Penggerakan Program Bangga Kencana dalam Percepatan Penurunan Stunting Sampai dengan Lini Lapangan”, yang akan berlangsung selama tiga dari dari tanggal 14 – 17 Maret 2023.

Acara ini dibuka Kepala BKKBN RI, Harto Wardoyo secara virtual melalui aplikasi zoom. Dalam arahannya, Harto Wardoyo menyampaikan bahwa terdapat tugas baru yang dilakukan BKKBN. Yakni terkait kualitas SDM, dalam hal ini menangani stunting. Menurutnya, harus ada hal baru dan komunitas baru dalam menyasar yang ditujukan kepada kualitas anak.

“Sudah waktunya secara umum kita mempunyai strategi yang berbeda, mempunyai sudut pandang yang berbeda di dalam menjalankan program dari yang berorientasi pada kuantitas kemudian kepada kualitas,” ungkapnya.

Pihaknya berharap, pertemuan ini menghasilkan sesuatu teknis yang benar. “Jangan mengerjakan yang sifatnya mengulang, sama dengan kemarin. Padahal tugasnya sudah berubah. Jadi harus berubah,” pintanya.

Pihaknya juga mengingatkan untuk memanfaatkan teknologi informasi di era digitalisasi ini. Yakni memanfaatkan media sosial, hingga membuat website untuk KIE. Untuk itu, pihaknya meminta dalam pertemuan ini para peserta jangan hanya diam. Karena, hasil dari pertemuan ini akan dibicarakan ke pusat untuk membuat berbagai kebijakan.

“Karena sudah datang itu mengeluarkan energi mengeluarkan waktu biaya, dan tenaga, maka harus membawa sesuatu. Membuat laporan untuk data yang kita perlukan untuk dilaporkan ke Wakil Presiden, karena yang bolong-bolong yang belum bisa diisi ya gara-gara kita belum mendapatkan data dari kabupaten kota,” ungkapnya.

Deputi Bidang Advokasi Penggerakan dan Informasi, Sukaryo Teguh Santoso, menyampaikan arahan kebijakan dan strategi Kedeputian Bidang Adpin. Dia mengingatkan karena tuntutan, dan perkembangan zaman, maka mandat BKKBN berubah. Yakni menurunkan stunting, dan penghapusan kemiskinan ekstrem.

Dia juga mengingatkan visi BKKBN mulai mengendalikan jumlah penduduk, menyelenggarakan keluarga berencana, hingga meningkatkan SDM Aparatur yang sejahtera. “Tugas Adpin merumuskan dan melaksanakan kebijakan teknis di bidang advokasi dan pergerakan serta komunikasi, informasi dan edukasi pengendalian keluarga berencana dan kesehatan reproduksi, keluarga sejahtera, dan pemberdayaan keluarga,” jelasnya.

Sebelumnya, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace) melalui Staf Ahli Bidang Ekonomi, I Made Ayu Ariani menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas apa yang telah dilakukan BKKBN untuk mewujudkan keluarga berkualitas melalui berbagai kegiatan prioritasnya dalam perencanaan keluarga dengan tagline “Berencana Itu Keren”.

Menurutnya, mencegah stunting itu penting untuk membentuk generasi berkualitas. “Saya mengajak seluruh komponen masyarakat untuk peduli dan bergotong royong membantu keluarga berisiko stunting agar bebas dari stunting,” ungkapnya.

Cok Ace juga mengungkapkan bahwa hasil Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021 , prevalensi stunting di Indonesia sebesar 24,4 persen, sedangkan prevalensi stunting di Provinsi Bali sudah jauh lebih rendah dari kondisi tingkat nasional, bahkan terendah di Indonesia, yaitu sebesar 10,9 persen.

“SSGI tahun 2022 prevalensi angka stunting Bali menurun menjadi 8.0. Walaupun demikian pemerintah Provinsi Bali tidak boleh lengah, dengan berbagai program inovasi untuk penurunan dan pencegahan, tetap harus dilakukan secara maksimal, sehingga harapannya di tahun 2024 target prevalensi Bali mencapai angka 5.0,” ujarnya.

Dia menambahkan, percepatan penurunan stunting memerlukan intervensi yang konvergen meliputi intervensi spesifik untuk mengatasi penyebab langsung dan intervensi sensitif untuk mengatasi masalah tidak langsung.

Sebelumnya, Ketua Panitia ini merupakan tindak lanjut dari hasil Rapat Kerja Nasional Program Bangga Kencana Tahun 2023. Mengingat, masih tingginya angka unmet need, kemudian untuk meningkatkan penyuluhan dan pendampingan oleh tenaga penyuluh serta kader.

Selanjutnya meningkatkan layanan intervensi spesifik dengan fokus 1000 HPK serta memperkuat mekanisme koordinasi TPPS Provinsi dan TPPS Kabupaten/Kota, serta berbagai aspek Program Bangga Kencana.

Peserta dihadiri delapan kepala perwakilan, Tim Adpin. Diharapkan acara selama tiga hari ini akan menghasilkan berbagai kebijakan untuk berbagai aspek Program Bangga Kencana. alt

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *