Diplomasi ‘Arak Bali’ di Amerika

oleh -146 Dilihat
Gubernur Koster saat memperkenalkan arak Bali dalam diplomasinya di Amerika Serikat.

DENPASAR, POS BALI – Kesempatan diundang menjadi pembicara Wolrd Bank Group di Washington DC, Amerika Serikat benar-benar dimanfaatkan betul oleh Gubernur Bali, Wayan Koster. Dalam diplomasi dengan lembaga internasional itu, Koster kembali memperkenalkan arak Bali sebagai minuman spirit ke-7 dunia, setelah whiskey, rum, gin, vodka, tequila, dan brandy. Koster menggugah Millennium Challenge Corporation (MCC) untuk membantu meningkatkan harkat dan martabat arak Bali.

Dalam siaran pers yang diterima redaksi POS BALI, Kamis (30/3), MCC ini, merupakan lembaga milik Kongres AS, yang mempunyai tujuan untuk memperkuat kerjasama/kolaborasi dalam membantu skema pendanaan terkait adaptasi perubahan iklim dan penguatan UMKM.

MCC mengapresiasi visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, dan mengagumi kebijakan Gubernur Koster yang menggunakan busana adat Bali ke Kantor MCC di Washington DC, Amerika Serikat, sekaligus menyempatkan waktu memperkenalkan arak Bali, yang merupakan minuman fermentasi dan/atau destilasi khas Bali yang memiliki cita rasa berkualitas tinggi atau tidak kalah dengan soju dari Korea, sake dari Jepang, dan whiskey dari Eropa.

Dalam pertemuan dengan Laconic Infrastructure Partners; kemudian World Resources Institute (WRI); Bank Dunia/Wolrd Bank Group; United States Agency for International Development (USAID); MCC; Bloomberg Philanthropies; selanjutnya Kedutaan Besar Republik Indonesia di Washington DC; dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia di New York, Koster memberikan produk arak Bali dan kain tenun endek Bali sebagai cinderamata.

Vice President of Compact Operations at the U.S. MCC, Cameron Alford, Deputy Vice President of Europe, Asia, Pacific, and Latin America, Jonathan Brooks, Officer for Indonesia, Martha Bowen, dan Managing Director of Portfolio Administration in the MCC, Amanda Jennings menyatakan bahwa Millennium Challenge Corporation sangat mendukung adanya minuman arak Bali.

Untuk itu, MCC menjanjikan akan membantu pemasaran arak Bali sebagai produk lokal khas Bali yang berkualitas di pasar internasional dengan harapan, memberikan dampak positif terhadap penguatan UMKM di Bali maupun meningkatnya kesejahteraan petani dan perajin arak Bali. Bantuan yang diberikan MCC kepada arak Bali merupakan kebijakan yang sama dilakukan sebelumnya kepada minuman rum dari Afrika. Saat itu, MCC terlibat aktif memfasilitasi produk lokal rum dari Afrika di pasar internasional hingga dikenal dunia.

Untuk diketahui, arak Bali saat ini semakin mendapatkan kepercayaan sebagai minuman fermentasi dan/atau destilasi khas Bali di dunia internasional. Hal itu tidak terlepas dari perjuangan Gubernur Koster yang mengeluarkan Peraturan Gubernur Bali Nomor 1 Tahun 2020 tentang Tata Kelola Minuman Fermentasi dan/atau Destilasi Khas Bali yang diundangkan pada tanggal 29 Januari 2020.

Kemudian Arak Bali ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia dengan Sertifikat Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia Nomor: 3031/F4/KB.09.06/2022, tertanggal 21 Oktober 2022.  Selanjutnya arak Bali didokumentasikan dan diarsipkan dalam Pusat Data Nasional Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) Indonesia Surat Pencatatan Inventarisasi Kekayaan Intelektual Komunal Pengetahuan Tradisional dari Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia, Pencatatan Nomor: PT51202200109, tertanggal 25 Agustus 2022. Dan kemudian, diperingatinya Hari Arak Bali setiap tanggal 29 Januari sesuai Keputusan Gubernur Bali Nomor 929/03-1/HK/2022 tentang Hari Arak Bali. alt

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *