Foto Prewedding Menggeliat di Bajra Sandhi

oleh -132 Dilihat
Pasangan calon pengantin asal Semarang tampak melakukan sesi pemotretan prewedding di Bajra Sandhi. 

DENPASAR, POS BALI – Dagunya angkat, lihat kiri, senyum, tahan. Siap, satu, dua, tiga. Sekali lagi, satu, dua, tiga. Oke, terima kasih. Arahan gaya itu terlontar dari seorang Fotografer Praba Foto Bali yang meminta pasangan calon pengantin yang melakukan foto prewedding di Monumen Perjuangan Rakyat Bali (MPRB), Renon, Denpasar, Bali, Jumat (31/3) siang.

 

Wartawan koran POS BALI pun sempat pangling, dan mengira pasangan itu adalah masyarakat lokal Bali yang sedang melakukan sesi pemotretan. Karena, tata rias dan mengenakan pakaian adat Bali, layaknya masyarakat Bali. Bahkan, sempat menyapa menggunakan bahasa daerah Bali.

 

Rupanya, pasangan calon pengantin ini dari Semarang yang mengaku bernama Budi dan Lulu ini. Mereka menuturkan, sengaja memilih Bali untuk melakukan sesi foto yang bakal dipajang di kartu undangan maupun saat wedding party-nya nanti.

 

“Kami sengaja memilih Bali karena beberapa kali saya kesini, dan saya tertarik dengan budayanya. Jadi ingin konsep yang berbeda,” tutur Budi kepada POS BALI.

 

Dia mendaku, sudah merencanakan cukup lama untuk pengambilan sesi foto di Pulau Dewata ini. “Kami di Bali dua minggu, dan untuk foto. Selain disini, rencananya di Waskita Mandala, di Pantai Mengening,” ujarnya.

 

Sementara itu, Kepala UPTD MPRB, I Made Artana Yasa tak menampik saat ini objek wisata yang dikenal dengan nama Bajra Sandhi ini sudah menggeliat.

 

Mulai ramai dikunjungi wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. “Kalau masyarakat lokal Bali itu, biasanya melakukan prewedding mencari hari baik,” ujarnya.

 

Saat ini, kata dia, foto sebelum nikah memang sudah mulai ramai. Baik itu dilakukan wisatawan domestik maupun mancanegara. “Beberapa wisatawan mancanegara juga sudah melakukan sesi pemotretan pra nikah. Seperti dari Singapura, dan beberapa dari China,” katanya.

 

Menurutnya, Bajra Sandhi ini menjadi lokasi favorit wisatawan asal Negeri Tirai Bambu. Karena mirip dengan bangunan pagoda. Selain itu, dari sisi fasilitas hingga panorama juga sangat mendukung, sehingga mudah mencari pengambilan sudut gambar yang berbeda.

 

“Kalau dari segi tiket, foto prewedding untuk domestik itu Rp500 ribu, sedangkan mancanegara hanya Rp1 juta,” sebutnya.

 

Disinggung terkait kunjungan wisata, kata dia, sudah mulai berdatangan, khususnya para pelajar yang ingin mengetahui sejarah Bali. Seperti dari Jawa Tengah, Surabaya, dan Jakarta yang datang secara rombongan menaiki bus. “Ada juga pengunjung yang datang dari Kalimantan,” imbuhnya.

 

Lanjutnya, harga tiket pengunjung untuk pelajar cukup terjangkau, yakni hanya Rp2.000 untuk pelajar, dan Rp5.000 untuk mahasiswa. “Kalau wisatawan asing Rp50 ribu dewasa dan anak-anak Rp25 ribu, sedangkan wisatawan domestik Rp25 ribu dewasa, dan Rp10 untuk anak-anak,” bebernya. alt

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *