Sidak di Besakih, Satpol PP Jaring 13 Pramuwisata

oleh -116 Dilihat
Personel Satpol PP Bali saat sidak di Destinasi Wisata Besakih.

KARANGASEM, POS BALI – Ibarat menyelam sambil minum air, sekali dayung dua tiga pulau terlampaui, personel Satpol PP Provinsi Bali selain melakukan penegakan Peraturan Gubernur Bali Nomor 97 tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai, juga melakukan sidak dan pembinaan terhadap pramuwisata yang mengantar wisatawan ke Pura Agung Besakih, Karangasem, Selasa (25/4).

Hasilnya, 13 pramuwisata yang kedapatan mengantarkan wisatawan dijaring, dan diberikan pembinaan. Mereka tidak diperkenankan masuk, dan memandu ke dalam Pura Besakih.

Namun, menyerahkan ke pemandu lokal, sehingga wisatawan mendapatkan informasi yang valid tentang sejarah keberadaan pura terbesar di Bali yang terletak di bawah kaki Gunung Agung ini.

Kasatpol PP Provinsi Bali, Dewa Nyoman Rai Dharmadi mengungkapkan, 13 pramuwisata itu sebagian besar telah mengantongi izin sebagai guide.

“Kami juga menemukan sopir yang mengantar wisatawan. Pengakuannya, wisatawan yang diantar itu menyewa kendaraan termasuk sopir. Kendati demikian, dia kami tidak izinkan untuk memandu, karena khawatir salah penjelasan, dan kami minta untuk dipandu guide lokal,” ungkapnya.

Ditegaskan, sopir tersebut kemudian diberikan pembinaan dan menandatangani surat pernyataan. “Untuk sementara kami berikan pembinaan terlebih dahulu. Namun, jika kembali kami temukan melakukan pelanggaran, maka terpaksa kami melakukan penindakan,” tegasnya.

Dalam pembinaan ini, pihaknya belum menemukan warga negara asing (WNA) yang menjadi pemandu wisata. Kendati demikian, pengawasan di destinasi wisata ini bakal terus dilakukan. Khususnya high season, saat wisatawan ramai datang ke Bali.

“Pembinaan yang kami lakukan bukan kali ini saja. Tapi dilakukan setiap minggu, dan ini merupakan kegiatan untuk kali ketiga, yang kebetulan bertepatan dengan Karya Ida Betara Turun Kabeh. Jadi selain ngayah memberikan pembinaan kepada pemedek agar tidak membuang sampah sembarangan dan juga pengawasan terhadap plastik sekali pakai, kami juga melakukan pembinaan terhadap pramuwisata,” jelasnya.

Birokrat asal Nusa Penida, Klungkung ini menambahkan, pembinaan yang dilakukan merupakan wujud dari program Gubernur Bali Wayan Koster untuk menciptakan pariwisata Bali yang berkualitas, berkelanjutan, dan bermartabat, sesuai dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali menuju Bali Era Baru. alt

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *