Ketum PB Ikasi ‘Turun Gunung’ Rancang Centralisasi Anggar Bali

oleh -289 Dilihat
Ketum PB Ikasi 'Turun Gunung' Rancang Centralisasi Anggar Bali

MANGUPURA, POS BALI – Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (Ikasi) Provinsi Bali kembali memantapkan perkembangan cabang olahraga (cabor) ini.

Secara khusus, Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Ikasi, Dr Amir Yanto ( Jamintel ) ‘turun gunung’, meninjau pemasalan olahraga seni beladiri dari Itali dan Jerman yang menggunakan senjata ini.

Baik itu dalam mencetak atlet usia dini sebagai upaya mempersiapkan atlet nasional, hingga rencana pembangunan Centralisasi Anggar di Tibubeneng, Canggu, Badung.

“Dengan pemasalan yang baik, diharapkan ketemu bibit yang punya telenta untuk dibina menjadi atlet berprestasi. Saya yakin Bali memiliki potensi ini,” ujar Amir Yanto.

Dikatakan, centralisasi anggar disamping untuk membina atlet-atlet nasional, juga sebagai sport tourism.

“Jadi, event-event internasional bakal rutin diadakan di Bali. Baik itu tingkat Asia maupun dunia, sehingga bisa berkontribusi untuk pariwisata dan ekonomi Bali,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua IKASI Bali, Ir I Gusti Agung Ngurah Susrama Putra mengungkapkan, Bali memiliki potensi besar dalam menunjang terwujudnya sport tourism. Yakni berolahraga sambil menikmati pariwisata budaya yang disuguhkan Bali.

“Bapak Ketum PB Ikasi tidak berhenti membuat gebrakan. Setelah mengadakan Pelatnas Atlet Anggar Sea Games di Hongaria, Sea Games Kamboja berhasil memperoleh Perunggu (Sea games sebelum nya tanpa medali), kini beliau merencanakan pemasalan atlet anggar dari usia dini, dan membuat Centralisasi Pelatihan Anggar di kawasan Canggu,” tuturnya.

Dikatakan, disamping untuk melahirkan atlet-atlet berprestasi, diharapkan Centralisasi Anggar ini sebagai Sport Tourism di Bali.

“Centralisasi Anggar ini, rencananya akan diisi pelatih asing, sehingga atlet-atlet kita memiliki perkembangan teknik-teknik anggar yang terupdate. Dengan harapan bisa bersaing di tingkat internasional,” harapnya.

Agung Susrama juga menyinggung, pemasalan olahraga ini dengan memberi pelatihan kepada guru-guru sekolah, kemudian menyiapkan pra sarana sederhana di sekolah2, sehingga mampu menggali bibit atlet potensial untuk selanjutnya dibina di club-club anggar yang ada di Bali.

“Saya yakin anggar ini akan berkembang ke depannya, karena peminat dan pecinta anggar ini juga dari wisatawan asing. Ini berpotensi besar terwujudnya program sport tourism,” pungkasnya. alt

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *