Laut sebagai ‘Pengider’ Jaga Bali

oleh -146 Dilihat
Sekda Dewa Indra didampingi Kepala Badan Kesbangpol Bali Ngurah Wiryanata memberikan keterangan kepada awak media.

DENPASAR, POS BALI – Keberadaan kawasan laut yang mengelilingi Pulau Bali dimaknai secara niskala sebagai pengider yang menjaga Bali dari pengaruh-pengaruh negatif.

Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali, Dewa Made Indra seusai membuka seminar nasional, ‘Kebertahanan Bali Segara’, rangkaian peringatan Bulan Bung Karno V Tahun 2023 yang berlangsung di Ksirarnawa Taman Budaya Bali, di Denpasar, Selasa (6/6).

“Pernah tahu cerita Segara Rupek? Itu adalah satu cerita tentang bagaimana laut itu memiliki kekuatan sebagai penjaga pulau Bali dari pengaruh-pengaruh negatif. Maka dari itu, laut harus kita jaga secara sekala dan niskala,” ungkapnya.

Dewa Indra tak menampik, laut sebagai penjaga dari hal negatif, yang menjadi salah satu alasan masyarakat Bali menolak rencana pembangunan jembatan penghubung Jawa-Bali.

“Salah satunya karena kita memaknai bahwa laut bagi Bali sebagai kekuatan sekala yang menjaga Bali dari pengaruh-pengaruh negatif,” tegasnya.

Dewa Indra juga menyinggung terkait perspektif sekala. Laut merupakan penghubung antara Pulau Bali dengan pulau-pulau lainnya di Indonesia.

Laut ini juga memiliki sumber daya ekonomi yang sangat-sangat beragam. Belum semua orang tahu, apalagi mengelolanya dengan baik.

“Perhatian kita selama ini berpuluh-puluh tahun fokus pada pariwisata, laut sudah dikelola tapi masih dalam konteks pariwisata padahal laut dan pesisirnya memiliki sumber daya ekonomi yang sangat banyak dan kalau dikelola dengan baik akan mendatangkan kesejahteraan dan pertumbuhan ekonomi baik, bagi kami itu secara sekala,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Wiryanata menyampaikan, terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh narasumber dan peserta yang telah berkenan hadir serta berkontribusi aktif dalam Seminar Nasional “Kebertahanan Bali Segara’’, bertema “Trisakti Bung Karno untuk Kebertahanan Pengider Bali”.

Dikatakan, seminar ini dilaksanakan sebagai salah satu bentuk penghormatan mengenang jasa-jasa Bung Karno, Bapak Pendiri Bangsa yang telah merumuskan Dasar Negara, yakni Pancasila.

Menurutnya, seminar ini dilaksanakan di tengah derasnya persaingan global, mulai dari persaingan pandangan, nilai-nilai, dan hadirnya ideologi transnasional radikal yang sangat berbahaya bagi keberlangsungan nilai-nilai kearifan lokal Bali yang adi luhung, yang dikagumi oleh seluruh bangsa-bangsa di dunia.

“Oleh karenanya, kami perlu mengambil Langkah-langkah strategis dalam rangka memperkuat jati diri bangsa, khususnya kearifan lokal Bali, salah satunya adalah melalui penyelenggaraan Bulan Bung Karno di Provinsi Bali. Pelaksanaan di tahun 2023 ini mengambil tema ‘Mahajnana Segara Kerthi’ yang mengandung makna; ‘Pemuliaan Laut, Pendalaman Ajaran Bung Karno’,” pungkasnya. alt

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *