Dititipkan Sang Bunda Sejak Usia 9 Bulan, Kiki Butuh Uluran Tangan Bayar SPP

oleh -146 Dilihat
Kiki (tengah) diampit kakek dan nenek angkatnya. 

DENPASAR, POS BALI – Seorang anak yang lahir ke dunia merupakan anugerah dan juga titipan dari Sang Pencipta. Kehadiran seorang anak, akan menjadi pelengkap kebahagian keluarga.

Sayangnya, petuah bijak itu tidak berlaku bagi remaja bernama Rizky Bintang Saputra, 16. Dia adalah anak sebantang kara yang ditinggal oleh kedua orang tuanya, yang hingga kini tidak diketahui keberadaannya.

Entah apa alasannya, di tahun 2007 tepatnya sejak berumur 9 bulan, remaja yang akrab disapa Kiki ini dititipkan oleh ibu kandungnya kepada Nenek Murtini, 72, dan Kakek Suyono, 78.

Sejak saat itu, kedua pasangan lansia ini dengan penuh kasih sayang merawat Kiki layaknya cucu sendiri, kendatipun bukan dari keturunan darah dagingnya.

Pasangan lansia ini pun merantau ke Bali di tahun 2010 lalu, untuk sekadar bertahan hidup sembari menyekolahkan Kiki. Mulai dari TK, SD, dan kini SMP.

Untuk kebutuhan sehari-hari, pasangan lansia ini mengandalkan putrinya yang bekerja sebagai juru masak di kawasan Canggu, Badung.

“Tetap bersyukur, kendati besok tak punya beras. Tapi kami tetap bersyukur,” tuturnya saat Aliansi Masyarakat Pembela (AMP) NKRI Semeton Bali mengujungi tempat tinggal Kiki, Kamis (8/6) sore.

Di tengah perjuangan hidup tinggal di gubuk reyot, dan menumpang di tanah orang yang terletak di bilangan Padanggalak, Kesiman, pasangan lansia ini membutuhkan uluran tangan.

Yakni, untuk menebus raport dan ijazah Kiki yang masih menunggak di salah satu SMP swasta yang terletak di Kawasan Sanur, Denpasar. “Kakek patah tangan, sehingga tidak bisa bekerja lagi,” ujarnya.

Sementara itu, Kiki mengaku ingin melanjutkan ke jenjang selanjutnya ke sekolah kejuruan, yakni SMK. “Saya ingin sekolah di kejuruan jurusan akomodasi perhotelan. Agar lulus sekolah bisa langsung kerja,” ujarnya polos.

Mendengar penuturan Sang Nenek, Ketua AMP NKRI Semeton Bali, Ni Ketut Mira Andayani tampak berkaca-kaca. Perempuan yang terlihat tegar ini, tampak rapuh mendengar kisah yang menyayat hati itu. “Saya tidak bisa membayangkan bagaimana bisa menjalani hidup seperti ini,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Mira mengetuk hati anggota AMP NKRI, dan masyarakat laim untuk ikut sekadar meringankan beban lansia ini. “Rencananya, hari Senin ini kami akan ke sekolah untuk membayar SPP Kiki, sehingga bisa mendapatkan raport dan ijazah,” pungkasnya. alt

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *